Perfilman Tanah Air – part 1

“tahukan anda bahwa sebenarnya film bisa menunjukkan kekuatan suatu negera di bidang teknologi? semakin tinggi teknologi pada film tersebut menunjukkan bahwa negara itu pun memiliki teknologi yang unggul”

banyak orang awam yang tidak terlalu melirik film. film hanya di jadikan ajang untuk “menonton” saja tanpa mesti memperhatikan kualitas film tersebut yang penting ketika mereka menonton film, mereka bisa terhibur sambil makan popcorn dan berpacaran ria di pojokan.

film adalah sebuah karya seni. sebuah penggambaran akan masa depan dan masa lalu. film-film yang bertemakan sci-fic bisa saja akan terjadi di masa depan. film-film tentang sejarah yang membuka kelamnya masa lalu kita juga merupakan penggambaran tentang masa lalu. kebanyakan orang hanya melihat artis semata tanpa melihat orang di balik layarnya padahal peran orang dibalik layar lebih banyak ketimbang peran yang di dalam layar.

cukup sedih mengingat banyak “orang dibalik layar” yang tidak mengerjakan proyeknya dengan sungguh-sungguh. hanya tinggal jebrat jebret terus jadi dan kemudian ditanyangkan dan dikonsumsi oleh masyarakat dan yang mereka cari cukup simple “UANG”. hanya itu!. bagaimana kalau setiap “orang dibalik layar” berfikiran seperti itu? akankah Perfilman di tanah air kita terus berbau seperti sampah busuk?! TIDAK ! KITA HARUS BANGKIT DAN MEMBUAT FILM YANG LAYAK UNTUK DITONTON MASYARAKAT ! BUKAN SEBUAH FILM SAMPAH YANG HANYA INGIN MERAUP KEUNTUNGAN SEMATA !

setelah beberapa tahun lamanya mulailah bau-bau wangi bunga mulai tercium di perfilman kita. saya yang sudah bosan dengan film-film sampah berbau horor-seks yang cukup MENJIJIKKAN membuat gua bernafas lega. film-film dari Joko Anwar telah membuat kita sadar “apa salahnya untuk menjadi yang berbeda?”. membuat sebuah film luar biasa membuat saya bisa bernafas lega kemudian ada juga Kuntilanak 1-3 yang bisa membuat saya cukup merasakan sensasi ketegangan itu sendiri. kemudian lahirlah RUMAH DARA(2010) awal dari segala awal ketakjuban saya kepada film indonesia. orang-orang yang mulai merasa dehidrasi berasa meminum satu galon air setelah menonton RUMAH DARA ! sebuah film gila yang penggarapannya benar-benar serius ini membuat saya merinding. INILAH WUJUD PERFILMAN KITA YANG SEBENARNYA !

walaupun masih terdapat beberapa film yang sampah tapi itu tidak membuat harapan saya surut agar perfilman kita semakin maju! tahun ini lah puncaknya menurut saya. film-film sampah yang hanya mengandalkan SEKS menjijikkan mulai tersingkirkan dengan film-film luar biasa. ambil contoh film yang baru-baru keluar, seperti BADAI DI UJUNG NEGERI dan SIMFONI LUAR BIASA. film dengan genre berbeda tapi merupakan ekspetasi luar bisa. keren? yah ! ini film layak tonton walau kemudian muncul PERFECT HOUSE yang menurut saya tidak terlalu baik penggarapannya. saya merasa melihat BAYI dari RUMAH DARA difilm ini yang baru belajar menggunakan pisau kemudian lahir kembali SANG PENARI.

SANG PENARI. film berdasarkan adaptasi dari trilogi buku Ronggeng Dukuh Paruk, Lintang Kemukus Dini Hari, dan Jentera Bianglala karya Ahmad Tohari berhasil membuat saya terpesona hari ini. adegan seks yang biasanya menjijikkan menjadi sebuah “kekuatan” di film ini. sebuah karya yang patut diberikan dua jempol. penggarapan yang serius membuat film ini benar-benar layak untuk di tonton.

tunjukkan kepedulian kalian terhadap tanah air kita! tonton film Indonesia sebanyak mungkin. jangan hanya film panjang saja bahkan film-film indie pun sudah seharusnya menjadi acuan untuk perfilman kita.

Advertisements

2 thoughts on “Perfilman Tanah Air – part 1

  1. iya, kayaknya belakangan ini gairah “bikin film berkualitas” di perfilman Indonesia mulai bangkit. walau mungkin masih dalam tahap eksperimental, icip-icip sekalian unjuk gigi. tapi semoga ini jadi pertanda awal kembalinya film-film bagus di Indonesia, seperti di jaman dulu. kita harapkan saja anak-anak bangsa dengan visi dan dedikasi yang lebih baik sudah bersiap untuk menghasilkan karya-karya yang cerdas dan nggak membodoh-bodohi penonton/konsumen.

    1. stidaknya ini langkah yang baik untuk perfilman kita 🙂
      omong2 nonton juga dong film2 indie. itu juga bagus loh walaupun cuman 15 menit tapi itu keren

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s