KUMPULAN FILM #1 – Film Joko Anwar

oke, ditengah minggu tenang menuju UAS ini yang seharusnya gua belajar malah mengakhiri kembali dengan menonton film, alias MARATHON MOVIE selama tiga hari. tapi ada yang berbeda, gua bukan nonton film Hollywood! gua nonton film Indonesia, dan yang pasti film Joko Anwar yang telah gua tonton tiga kali. gua suka sama film dia karena berbeda dan menarik. he is totally genious person!

ok, gua bakal mereview film2 yang dia sutradarai dan dia tulis. sinopsisnya dari Wikipedia tapi gua bakal mengambil sudut pandang gua sendiri tentang film-film dibawah ini.

1. Janji Joni (2005)

Janji Joni bercerita mengenai Joni (Nicholas Saputra)seorang pengantar roll film yang tidak pernah telat mengantar roll film antar bioskop. Joni yang telah bekerja sebagai pengantar secara turun-temurun ini bertekad untuk tepat waktu dan dapat diandalkan. Suatu hari saat dia bertemu dengan seorang wanita jelita (Mariana Renata)dan Joni menanyakan namanya. Tapi perempuan itu hanya akan memberitahukannya kalau Joni dapat mengantarkan roll-roll film tepat waktu hingga film yang ditonton tidak putus di tengan jalan.

Berbagai halangan harus dia lewati; mulai dari motornya dicuri ketika sedang menolong kakek buta menyeberang jalan, membantu persalinan istri supir taksi (Barry Prima)yang ia tumpangi, dipaksa menjadi figuran film, menolong cewek yang dijambret, Voni (Rachel Maryam Sayidina) yang ternyata malah membawa kabur roll filmnya, kemudian menjadi drummernya bandnya Voni dan Jeffrey (Fedi Nuril), ikut-ikutan dikejar massa yang meneriaki Voni yang telah mencuri barang mereka, hingga akhirnya bertemu dengan Adam Subandi (Sujiwo Tejo),seniman sinting sang pencuri tas yang hampir saja membakar tas Joni . Sementara itu,waktu sudah hampir habis untuk mengantarkan roll. Joni berpacu dengan waktu, seandainya dia gagal mengantarkan roll tersebut tepat waktu, dia tidak akan pernah bertemu dengan wanita itu lagi dan film di bioskop tidak akan habis.

sudut pandang gua :

ini film yang benar-benar menarik!. bahkan secara kasat mta film ini pun bisa dijadikan sebuah film pendek namun Joko Anwar memanjangkan cerita ini dan itu PERFECT!, gua bilang film ini menari karena dasar cerita film ini sederhana namun belum pernah di angkat. “Seorang Pengantar Roll Film”. satu hal yang harus di salutkan adalah kata-kata dari Joni “Gue punya pekerjaan dan Gue harus berani ambil resiko itu!”.
interesting, kata-kata yang menarik, bahwa setiap pekerjaan semua mempunyai resiko tidak peduli seberapa kecil pekerjaannya masing-masing mempunyai resiko sendiri dengan takarannya masing-masing.
satu lagi, gua asyik banget nonton film ini karena gua bisa ketika dan inget ketika Joni menglasifikasikan penonton, yaitu : penonton cari perhatian, penonton piknik, penonton pacaran, penonton pembajak, penonton spoiler, kritikus film, penonton ponsel, penonton tidur, penonton teli, dan penonton perfectionist.
kemudian juga ada kata-kata yang selama tiga kali gua tonton ini selalu gua kenang, yaitu “Gue adalah orang dibalik layar. gue adalah penentu apakah film itu bisa ditonton atau tidak. gua adalah Pengantar Roll Film”. BANGGA DONG JADI ORANG DIBALIK LAYAR!

kalian bisa baca reviewnya disini

2. KALA(2007)

Film diawali dengan dua orang polisi bernama Eros (Ario Bayu) dan Hendro Waluyo (August Melasz) yang menginvestigasi sebuah kasus pembakaran lima orang oleh massa karena kelima orang itu diteriaki maling. Kemudian film berlanjut ke kehidupan seorang jurnalis yang hidupnya gamang karena diceraikan istrinya Sari (Shanty) dan dibebastugaskan dari pencarian bertianya, Janus (Fachri Albar). Janus mempunyai sebuah penyakit bernama Narkolepsi yang dimana sang penderita terlalu berkerja keras sedikit, maka ia akan jatuh tertidur. Setelah terlambat dari sidang perceraian, Eros meneliti kasus pembakaran lima orang, dimana ia bertemu dengan seorang wanita hamil bernama Ratih yang mana merupakan istri salah satu korban. Tidak bisa mendapat informasi, Eros menyembunyikan sebuah tape recorder disela-sela pot tumbuhan dekat Ratih yang saat itu tengah berbicara dengan seorang perawat. Lalu, saat Janus keluar dari rumah sakit sebentar, ia melihat Ratih ditabrak oleh bus dan mobil, dan narkolepsi Januspun berjalan. Ia kemudian terbangun di rumah sakit dan mengambil kasetnya.

Malamnya, Janus bersama temannya Soebandi makan malam dan mendengarkan bersama hasil rekaman. Saat rekaman, tiba-tiba terdengar sebuah lantunan prosa berbahasa jawa berbunyi: Wonten Bukit Bendonowongso, wonten ngajeng Candi Pitu Anak Tangga (Ada di Bukit Bendonowongso, adanya di depan Candi Tujuh Anak Tangga). Setelah selesai, Janus berpisah dengan Soebandi yang sudah berkemas dan pergi ke rumahnya yang kos. Soebandi terus diikuti sesosok makhluk bernama Pindoro (Jose Rizal Manua) yang berakhir dengan dirinya terpenggal oleh sesuatu. Keesokan harinya, Janus dibawa ke kantor polisi untuk diinterogasi Eros, saat Eros meninggalkannya sebentar, seorang kepala polisi bernama Bambang (Frans Tumbuan) memaksanya untuk memberitahu isi rekaman miliknya.

Esoknya, setelah meminta alamat dari rumah sakit Janus pergi ke rumah Ratih. Disana, ia menemui seorang penduduk disana yang menceritakan bahwa Ratih, suaminya, dan ayahnya Ronggoweni (Sujiwo Tejo) meninggal dalam jangka waktu seminggu. Yang misterius, pada malam hari dulu, banyak para pejabat bertamu ke rumah Ronggoweni tersebut tanpa mengetahui maksud kedatangannya. Setelah mendapat informasi tentang anak Ronggoweni yang termuda, Ranti (Fahrani) yang kini bekerja sebagai penyanyi klub malam, Janus pergi menuju tempat Ranti dan menanyakannya perihal misteri prosa yang dikatakan Ratih. Ranti memperingatkan bahwa kalimat itu tidak boleh diberitahukan kepada orang lain, apabila hal itu dilakukan, salah satu dari kedua orang itu harus mati. Pada saat itu Ranti tengah berjalan pulang dan diculik sekelompok orang, Janus yang melihat, ketahuan oleh para penculik Ranti dan turut membawa Janus. Janus terbangun dan menemukan dirinya terikat di depan seorang menteri Budaya, Haryo Wibowo (Arswendi Nasution) yang kini mempertanyakan pembicaraannya dengan Ranti. Lalu, Janus disiram minyak tanah dan dilempari rokok Haryo sebelum Janus berada dalam narkolepsinya.

Eros datang lagi ke TKP pembakaran. Disana lewat keterangan seorang saksi, Eros mendapatkan ciri-ciri perempuan yang meneriaki kelima orang itu maling, hubungan darah dengan salah satu korban, dan kenyataan salah satu korban memakai kalung berbandul laba-laba. Kemudian Eros mendatangi rumah Ronggoweni, disana ia menemui Pindoro kendati tidak dibunuh. Esoknya Eros dan Hendro berbicara mengenai kemerosotan moral dan kolaps yang terjadi di negara ini, Hendro berkata bahwa sebentar lagi akan datang Ratu Adil yang akan membawa negara itu pada kemakmuran, namun Eros cenderung skeptis. Hendro juga memberitahu Eros dibicarakan oleh Pak Bambang dan memberitahu Eros bahwa keluarga Ranti itu adalah keluarga ajudan presiden pertama. Erospun mecari berita di perpustakaan dan menemui beberapa informasi seperti pelantikan Ronggoweni dan perburuan harta karun presiden pertama.

Janus terbangun dan berada di ruangan tempat ia disekap, namun sudah kosong. Januspun kembali ke rumahnya dan bertemu dengan Sari. Sari meminta maaf kepada Janus dan pada malam itu mereka kembali berhubungan. Pada paginya, Janus menceritakan perihal kalimat Ratih kepada Sari, dan Sari tahu lokasinya. Kemudian Sari pergi ke boks telepon dan memberitahu Haryo tentang lokasi harta itu. Dan mereka berdua bertemu di luar kota, Sari ditembak Haryo dan Haryo yang saat itu sudah mengetahui lokasinya, dikejar oleh Pindoro dan berakhir dengan kepalanya yang terpenggal. Janus yang berada di jalan menemukan liputan TV yang menayangkan kematian Sari, terpukul, Janus pergi ke atas gedung dan loncat dari sana. Janus kemudian dikembalikan ke tempat tidurnya oleh Pindoro secara misterius saat Janus yang loncat terkena narkolepsi, lalu sekelompok orang datang dan menyekapnya, meminta Janus menunjukkan lokasi harta itu, dan sang pengkomandonya adalah Pak Bambang dan seorang Menteri.

Di sisi Eros, kini ia dan Hendro tengah bermaksud menggali makam Ronggoweni untuk visum, disana ia bertemu Ranti dan terpaksalah Ranti bercerita. Dikatakan Ronggoweni mengetahui tentang harta karun yang sering diperebutkan dan dicari pejabat, dan hanya boleh ada satu orang yang bisa mengetahui lokasi harta karun tersebut dan lainnya harus mati karenanya. Kakak ipar Ranti, yakni si korban yang dibakar, memaksa Ronggoweni untuk menceritakan lokasi itu kepadanya, setelah sang menantu pergi, Ronggoweni bunuh diri. Si kakak ipar menceritakan lokasi itu kepada kakak Ranti dan keduanya meninggal pada hari yang sama, saat itulah Janus (namun tidak diketahui Hendro, Eros, dan Ranti) mendengar lokasi harta dan menyampaikan bahwa ia tahu lokasinya secara tidak langsung. Mereka bertiga pergi ke perpustakaan untuk mendapat jawaban. Terungkap sejarahnya, harta itu merupakan pemberian raja-raja Nusantara kepada generasi berikutnya, sebagai modal berdirinya negara kesatuan. Presiden pertama yang tahu akibat harta itu akan berbuntut panjang, memerintahkan sembilan orang kepercayaannya untuk menyembunyikan harta itu. Setelah membaca di buku lain, Hendro menemukan fakta mengenai Pindoro. Dan Pindoro tidak bisa membunuh karena dia berasal dari alam gaib, jadi, manusialah yang membunuh orang-orang itu. Pada saat itu, Pindoro berada disamping Ranti dan mereka berdua menghilang bersama.

Seiring kalimat yang dibaca Hendro mengenai ramalan Jayabaya yang mengatakan rahasia harta berbunyi: “Saat negara baru (republik) berusia setengah abad, perebutan harta karun akan semakin hebat. Satu (manusia) akan menjadi pemegang rahasia tersebut yang bisa dipercaya, dia akan dikenal sebagai Sang Penidur”, Janus yang tidak mengetahui dirinyalah sang penidur, menceritakan lokasi kepada orang-orang yang berada di bus, niscaya, Pindoro memindahkan Ranti ke bus itu dan Ranti membunuh semua orang kecuali Janus. Akhirnya Janus dipindahkan ke mobil para perencana dan pergi ke lokasi harta. Hendro menarasi lagi, kali ini menerangkan Ranti yang sebenarnya sebagai pelindung sang penidur. Di lokasi harta, saat ingin mengangkut harta-harta tersebut, Ranti datang dan membunuh semua orang kecuali Janus, saat itu Eros yang membuntuti Pak Bambang keluar, dan karena ada dua orang yang mengetahui lokasi harta itu, maka salah seorang dari Janus atau Eros harus mati. Namun kemudian Ranti berlutut dihadapan Eros, terbukalah fakta bahwa Eroslah selama ini sang Ratu Adil dan tujuan Pindoro memperlihatkan wujudnya kepada Eros sebagai pertanda. Akhirnya, Janus, Eros, Ranti, dan Pindoro berjalan berbalik meninggalkan bukit Bendonowongso.

Film diakhiri dengan Hendro yang menarasikan epilog kisahnya: “Pada saatnya, sang penidur akan menyampaikan rahasia harta kepada sang ratu adil. Pemimpin yang akan membawa bangsa ke pintu kemakmuran. Di sebelah bukit ketiganya akan bertemu. Tapi pertemuannya (ketiganya) adalah sebuah perjuangan yang berat. Karena sejak saat itu kejahatan juga akan bersatu untuk membuat mereka gagal. Perang, penyakit, bencana akan datang silih berganti menguji perjuangan mereka.”

sudut pandang gua :

Ini adalah Film terbaik dari Joko Anwar dan bisa dibilang sebuah film terbaru di Indonesia. bukan dari segi cerita tapi dari segi dimana film ini membawa “Noir” dan merupakan film pertama Indonesia yang menggunakan gaya Noir!!! keren dan gua salut sama Joko Anwar karena ini merupakan lompatan terbesar bagi sejarah perfilman kita!. tidak ada kritik soal ide cerita mungkin dibagian menuju ending yang entah kenapa gua cukup terganggu dengan editingnya ketika cewek bawa pedang dan blash blash blash terkesan Maksa. enggak ada sesuatu yang sempurna tapi menurut gua film ini adalah film yang pantas dikenang dan dimiliki oleh Indonesia!

kalian bisa baca Reviewnya disini

3. Pintu Terlarang(2009)

Pematung yang berada dalam puncak karirnya dalam pengeksploitasian temanya yaitu wanita hamil, Gambir (Fachri Albar) sepertinya mempunyai kehidupan yang sempurna. Selain kesuksesan, ia mempunyai seorang istri bernama Talyda (Marsha Timothy); sang ibu yang pengertian (Henidar Amroe); kawan-kawan dekatnya Rio (Otto Djauhari) dan Dandung (Ario Bayu); serta pemilik galeri yang sudah dianggap seperti ayahnya sendiri oleh Gambir, Koh Jimmy (Tio Pakusadewo).
Dalam kesuksesannya, tersembunyi kisah mengerikan didalamnya. Pertama kali Talyda menggugurkan kandungannya, dulu yang mana Gambir masih menjadi pematung biasa diberikan inspirasi, motivasi, dan sedikit paksaan oleh Talyda untuk memasukkan janin miliknya kedalam perut sebuah patung hamil. Sejak saat itu hingga menikah, Talyda membuat perjanjian kepada pemilik Klinik Aborsi untuk memberikan janin yang sudah dikeluarkan dan disimpan klinik, kemudian diambil oleh Gambir yang nantinya akan memasukkan janin itu ke dalam perut patung hamil, menurutnya, itulah sebabnya kenapa patung-patungnya bisa terlihat hidup, karena ada sesuatu yang seharusnya hidup di dalamnya. Kendati Gambir sebenarnya tidak mau, ia akhirnya mau karena paksaan Talyda yang mengetahui bakal kesuksesan Gambir sudah ada. Dari beberapa adegan, mulai terasalah atmosfer sebenarnya antara orang-orang kepada Gambir. Seperti saat Koh Jimmy memaksa Gambir untuk membuat pameran patung hamil lagi dengan mengancam akan memeberitahu isi patung sebenarnya yang dulu pernah dilihat Koh Jimmy pada patung pertama Gambir.

Kemudian di antara kehidupan Gambir yang kini mempersiapkan pamerannya lagi, Gambir mulai menemui sebuah tulisan berbunyi, “tolong saya” yang banyak ia temui disekitarnya. Hal ini membuatnya frustasi dan lama kelamaan tumbuh sesuatu yang aneh. Saat sedang berada di studio Gambir menemukan sebuah pintu dibalik lemari yang dilarang untuk dibuka oleh Talyda. Talyda menyatakan bahwa apabila pintu itu terbuka maka perasaannya menjadi hancur dan akan membuat semua hal di antara mereka menjadi musnah. Setelah di jalan mendapat tulisan yang sama, Gambir melihat tulisan “Herosase” dibawah tulisan “tolong saya” dan disinilah ia sekarang, di gedung Herosase tanpa mengetahui apa tujuan atau fungsi gedung itu dibangun. Seorang resepsionis gedung itu (Atiqah Hasiholan) memberitahunya bahwa selain anggota dilarang masuk. Setelah menunggu di luar, ia bertemu Dandung disana dan Dandungpun mengajak Gambir untuk menjadi anggota Herosase.

Ibu Mona, sang manajer Herosase menjelaskan keterangan untuk menjadi anggota dengan satu syarat, tidak boleh ada pertanyaan. Herosase dikatakan didatangi untuk mencari jawaban tanpa pertanyaan. Maka, Gambir mendapat sebuah kamar dengan pilihan channel, terungkaplah bahwa Herosase adalah tempat untuk mengetahui gerak-gerik penghuni rumah-rumah dengan memasang kamera ilegal di setiap sudut rumah-rumah tersebut. Dari sanalah ia mengetahui seorang anak kecil yang dianiaya orang tuanya, yang hadir saat beberapa hari yang lalu Gambir lihat, maka Gambirpun berusaha menolongnya dengan menonton aktivitasnya. Setelah diberitahu Dandung mengenai kematian anak kecil itu, Gambir menjadi gamang dan melalui pameran patung hamilnya yang kedua dengan tidak bahagia.

Setelah mendengar rumor di pameran secara sembunyi-sembunyi, Gambir tahu kalau anak kecil itu mungkin masih hidup. Ia segera pergi ke Herosase dan mencari tayangan anak kecil itu. Saat ketemu, Gambir melihat sang anak kecil mengambil pisau di dapur dan menggorok leher kedua orang tuanya, lalu menggorok lehernya sendiri. Gambir yang shock melihat ke menu channel dan menemukan nama Talyda Sasongko tertera disana. Gambir melihatnya dan menemukan fakta dibalik fakta yang ia tahu. Ternyata sang ibu menyuruh Talyda untuk berhubungan seks dengan teman-teman Gambir, yakni Rio dan Dandung untuk mendapatkan anak setelah tahu bahwa Talyda ternyata tidak ingin punya anak dari Gambir. Talyda juga telah merayu Koh Jimmy untuk berakting saat meyakinkan Gambir yang dulu tidak ingin membuat patung perempuan hamil lagi.

Gambirpun menyiapkan pembalasan dengan modus dalih mengundang semua orang terdekatnya di acara makan malam menyambut Hari Natal. Saat makan malam, Gambir memasukkan sebuah racun kedalam wine yang dihidangkan bersama makanan. Racun yang bernama Devilish Pit itu membuat orang yang meminumnya lumpuh selama sepuluh menit dan hanya bisa melihat dan mendengar saja. Mulailah Gambir mengeksekusi Koh Jimmy, Rio dan Dandung dengan cara digorok lehernya. Lalu ia membenamkan muka ibunya kedalam mangkuk besar berisi sup dan untuk Talyda, Gambir menembak kepalanya. Sebelum meninggal Talyda yang pengaruh racunnya mulai hilang mengatakan mengenai pintu terlarang itu. Gambir kembali mempertanyakan pintu itu dan mendobraknya masuk. Tanpa disadarinya, latar studio dibaliknya telah berganti lorong gelap.

Gambirpun melihat seisi ruangan itu yang ternyata adalah rumah si anak kecil yang dianiaya itu. Ia melihat mayat sang ibu yang wajahnya sama dengan ibu Gambir, saat itulah Gambir sadar bahwa dunia “Gambir dan Talyda” adalah imajinasi belaka. Gambir kembali ke tempatnya yang sebenarnya, sebuah bangsal di rumah sakit jiwa. Anak kecil yang selama ini dilihatnya adalah kepingan dari masa kecil Gambir dan sebelum ia menggorok lehernya sendiri dulu, polisi datang ke rumahnya. Gambir yang hidup dalam kesendirian menjadi frustasi dan menjadi orang yang lebih baik di dunia miliknya sendiri, kabur dari dunia realita yang kejam. Hasil pikirannya menjadi pematung adalah berkat jasa seorang wartawati bernama Ranti yang memberikan buku dan majalah sebagai media imajinasi Gambir. Gambir menghadiahi Ranti sebuah posisi dalam imajinasinya, yakni sebagai Talyda. Dandung, Rio, Koh Jimmy, dan tokoh lain adalah pengurus rumah sakit jiwa tersebut, dan digunakan sebagai tokoh dalam imajinasi Gambir. Di akhir film, Gambir kembali berimajinasi sebagai seorang pendeta yang menangani sebuah gereja.

Setelah kredit selesai berjalan, Ranti menelepon temannya di kantor dan pergi dari rumah sakit jiwa yang mengurung Gambir, nama rumah sakit jiwa itu adalah Herosase.

sudut pandang gua :

Film dengan twist Out of The Box. berasa dapet suprise party habis nonton film ini! sama seperti KALA masih ada masalah dalam tahap efek tapi tetap ini film Twist termulia yang ada, salut dan keren banget. permainan psikologi seorang psikopat dengan menciptakan sebuah khayalan di pikiran. two thumbs up buat Joko Anwar.

kalian bisa baca Reviewnya disini

sampai saat ini, film dari Joko Anwar menunjukkan sebuah film kelas Internasional. bukan murahan tapi bergengsi. Maha Karya yang pantas ditonton berulang kali dan gua secara pribadi bakal menunggu film ke empat dia, yaitu Modus Anomali dan Out of The Box lagi di Pintu Terlarang kalau diperhatikan ada tulisan ( Jl.Modus dan Jl.Anomali ).

GENIOUS !

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s