REVIEW “FRITT VILT” (2006)

Fritt Vilt atau judul internasionalnya adalah Cold Prey merupakan sebuah trilogi tentang perjalanan sekelompok anak muda di pegunungan norwegia dan terjebak disebuah penginapan dan mulai lah terjadi rentetan pembuhunan oleh orang tak dikenal. memang kalau dilihat film ini kurang menjanjikan untuk dicintai, tapi setelah cukup puas dengan ketegangannya di Fritt Vilt pertama dapat membuat kita untuk meneruskan keseluruhan trilogi ini.

film pertama dari trilogi ini berpusat pada jannicke, morten tobias, eirik, mikal dan ingunn yang sedang menuju jotunheim untuk bermain skateboarding, namun ternyata terjadi hal yang tidak mereka perkirakan. salah satu teman mereka, morten tobias mengalami patah tulang sehingga menyebabkan mereka untuk kembali. namun karena cuaca yang memburuk mereka memutuskan untuk tinggal disebuah penginapan terpencil yang mereka temukan. Mereka menemukan bahwa hotel tersebut telah ditutup sejak tahun 1975. Keanehan pun mulai terjadi, sebuah ruangan seperti kamar ditemukan oleh Jannicke dan mikal. Sebuah kamar yang seperti ada menempati dan terdapat banyak barang-barang yang bukan berada di tahun 1975.

permainan untuk bertahan hidup-pun dimulai. masing-masing mencoba bertahan hidup dan segera keluar dari penginapan tersebut. menit tiap menit dapat dirasakan ketegangannya. mengalir secara baik walaupun belum terkesan sangat sensual. Ketegangan yang dirasakan memang belum bisa membuat api yang membawa tapi setidaknya cukup membuat hati kita sedikit panas menyaksikan film pertama ini.

Setelah kesuksesan di film pertamanya, Fritt Vilt kembali hadir dalam bentuk sequel dimana jannicke yang merupakan satu-satunya korban yang selamat ditemukan dan dibawa kerumah sakit. semua tubuh mayat teman-temanya yang dibuang dijurang dan begitu pula psikopat tersebut turut serta dibawa kerumah sakit tersebut ketika jannicke memberitahukan kejadian yang dialaminya.

Jannicke yang ditemani oleh salah satu dokter di rumah sakit tersebut, Camilla melihat jasad teman-temannya dan dengan emosi yang meledak Jannicke memukul jasad sang psikopat dan memukulnya tepat di jantungnya. Hal tersebut membuat psikopat tersebut kembali dari kematiannya. Di sequel ada beberapa petunjuk tentang psikopat ini yang merupakan seorang anak yang mengalami kekerasan oleh orang tuanya karena dianggap aneh walau hanya masih berupa kilasan-kilasan semata saja. Sang psikopat yang telah kembali dari kematiannya kembali memburu Jannicke. Di rumah sakit itu Jannicke kembali harus berhadapan dengan sang psikopat yang kali ini siap dia lawan balik.

Di film kedua ini memang tidak terlalu semenengangkan yang pertama namun bisa cukup dipahami karena disini bisa dibilang adalah penyelesaian dari akhri si sang penjagal yang telah banyak membunuh orang-orang. Bersama Camilla, Janicke akan mengakhiri keberadaan sang psikopat tersebut.

Berlanjut di Fritt Vilt 3 dimana setting disini adalah tahun 80’an. Bisa dibilang ini adalah Prequel. Disini masa lalu sang psikopat akan dibuka, bercerita tentang 5 orang remaja. Ketika Hedda, Anders, Magne, Siri, Simen yang hendak ingin melihat sebuah hotel yang telah lama ditinggalkan dan ingin menetap disitu batal karena salah satu teman mereka takut membuat mereka menginap di hutan norwegia. Seperti biasa sang psikopat pun membunuh satu demi satu. Mereka adalah korban pertama sang penjagal, masa lalu sang penjagal semuanya dikuak disini. tidak ada happy ending disini. Dan jurang yang digunakan oleh sang psikopat untuk membuang mayat-mayat korbannya pun juga muncul disini.

ceritanya memang tidak terlalu kuat, ketegangannya pun berkurang mungkin karena terkesan monoton tanpa ada tambahan yang baru. Tapi menjadi sebuah tontonan yang mungkin wajib bagi yang sudah menonton dua film ini.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s