REVIEW “TAKE SHELTER” (2011)

“SOMETHING RARE AND SPECTACULAR” -FILMCRITIC.COM

Bisa dibilang Take Shelter merupakan salah satu dari Masterpiece nya Amerika. Penyajian cerita yang sederhana membuat kita sedikit terpedaya dengan ceritanya yang mungkin bisa dibilang membosankan di awalnya namun berujung kepada kepuasaan dan tepuk tangan yang meriah untuk film ini. Tak bisa dipungkiri, Michael Shannon adalah faktor paling kuat yang menunjukkan film ini layak menjadi salah satu film terbaik yang dimiliki oleh dia, kualitas akting yang sempurna dalam memerankan Curtis.

Bercerita tentang Curtis (Michael Shannon) yang merupakan seorang warga biasa dan sederhana, memiliki istri bernama Sam (Jessica Chastain) dan seorang anak perempuan yang tuna rungu. Ceritanya mengalir dengan lambat namun dalam. Menghadirkan kehidupan yang biasa namun menjadi hal yang tidak bisa ketika Curtis mengalami mimpi berada di bawah hujan. Hujan bukan seperti Hujan biasanya, seperti sebuah minyak. Hujan minyak. Sebuah mimpi tidak dihiraukan oleh Curtis hingga dia kembali bermimpi digigit oleh anjing yang dia milikinya, dari sinilah sisi paranoid dari Curtis mulai dihadirkan. Mengurung anjingnya diluar rumah untuk menjaga anaknya. Mimpi buruk Curtis tidak berakhir disitu, sebuah mimpi badai besar akan terjadi membuat dia mempersiapkan rumah gawat darurat di bawah tanah. Semua tindakan yang dia lakukan di luar masuk akal. Dianggap gila dan aneh, Curtis tetap bertahan untuk menyelamatkan keluarganya dari Badai besar yang dia anggap mungkin akan membawa kiamat massal.

Kita akan sempat bertanya-tanya tentang apa film ini sebenarnya. Apakah hanya sebuah film tentang seorang pria yang mengidap Paranoid Schizophernia? Ataukan bercerita tentang seorang Pria yang mendapatkan pertanda akan datangnya kiamat?

Pertanyaan-pertanyaan mungkin akan hadir dan semakin membuat kita penasaran apa yang ada dibalik film ini. Apa yang ingin di berikan oleh Jeff Nichols ?

Aransement musik yang sederhana namun memikat dari David Wingo, akan membuat kita terenyuh untuk terus melanjutkan film ini tanpa memperdulikan durasinya.

Terpilih sebagai salah satu film yang masuk di Sundance festival 2011 akan membuat kita tak sabar untuk mengakhiri bagaimana kisah akhir di film ini. Mungkin ada yang menebak dengan benar atau mungkin juga ada yang menebak akhir yang salah lebih banyak. Dengan cerita yang mengalir halus dan sederhana, tidak terlalu menyajikan kata-kata yang indah namun dapat menyanyat hati. Membuat kita akan sadar betapa bersyukurnya kita telah menonton film ini.

“I love you but if i open the door, the nothing’s gonna change. You’ll see everything is fine, but nothing will change.”

“This is what it means to stay with us. This is something you must to do.”

Advertisements

One thought on “REVIEW “TAKE SHELTER” (2011)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s