BUKAN KUPU – KUPU

BUKAN KUPU – KUPU

 

Entah kenapa hari ini meringis melihat kupu-kupu yang terbang menari nan bebas…
Yang bebas….
Yang tidak terikat oleh kata ‘rules maupun norma’
Dia yang terbang dengan eloknya tanpa memikirkan apa yang akan dihadapinya…
Tapi siapa yang tahu…
Toh,
Aku bukan kupu-kupu.

Mungkin saja kupu-kupu seperti diriku.
Yang terbelenggu.
Yang terikat.
Yang tersakiti.
Yang dikhianati.
Yang dibenci.
Yang dihina.
Yang dicaci.
Yang dimaki.
Siapa tahu?

Kupu-kupu itu terus terbang… jauh ke angkasa…
Meninggalkan diriku yang sendirian dipadang pasir yang gersang ini.

Dehidrasi.

Bukan karena butuh air untuk diminum.
Butuh lebih dari itu.

Eksistensi, mungkin?
Toh,
Siapa juga yang peduli.
Paling orang-orang yang berlalu lalang lewat tanpa memperhatikan diriku.
Diriku yang telah dibuang ‘oleh mereka’ yang dengan semana-mena menginggalkan diriku.
Bak sampah.
Bak kotoran.
Yang tak ingin disentuh ataupun dilihat oleh semesta alam jagad raya ini.

“terus”?. Katanya.
Kan…
Sudah kubilang tidak ada yang peduli padaku.

[suara handphone bergetar]
-melihat layar-

Tidak penting.
Hanya sebaris pesan promosi.

“siapa”?. Tanyanya.
“orang-orang”. Jawabnya lirih.
“yang bagaimana”?. Kembali dia bertanya.
“orang-orang yang menghakimi orang lain. Lihat deh, asal bunuh aja. Enggak make otak”. Jawabnya.

Tertawa.
Keras.
Kencang.

Kepada orang-orang yang membicarakan tentang ‘moral’. Boro-boro tahu arti kata ‘moral’ sesungguhnhya. Aku saja yang disini tidak diperhatikan.
Bak debu.
Bak angin.
Yang tidak dianggap.
Menangis?

“cengeng”. Katanya.

Apa yang salah dari menangis?

-menghela napas-

1 jam…
2 jam…
3 jam…

“bodoh”. Katanya.

Menanti…
Menanti dia yang terkasih…
Untuk sadar…
Kalau aku butuh dia sekarang….

Hai langit,
Hari ini hari yang cukup aneh pada diriku.
Mungkin karena lagi musim sakit.
Cuaca mulai tidak normal.
Banyak orang yang mulai terjangkit flu.
Kasihan.

Hai langit,
Apa kabar?

Hai langit,
Aku sempat ingin bertemu denganmu…
Nyaris…
Tapi aku belum siap.
Terlalu banyak yang harus ditinggalkan…

Hai langit,
Lagi apa?
Aku lagi berfikir ‘apakah kamu selalu mendengarkanku?’

Hai langit,
…..

1 jam…
2 jam…
3 jam…

Kosong… dan hampa….

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s