VOYAGE

Didalam sebuah rumah yang sangat besar yang memiliki dua lantai dari kejauhan terlihat kokoh dan dapat diisi oleh berbagai macam orang disana. Keramaian diberbagai sudut tempat disana dapat dibayangkan.

Dilantai satu bisa terlihat ruang tamu yang dipenuhi dengan deretan patung-patung dari berbagai macam wilayah didunia serta guci keramik yang berasal dari cina dan jumlahnya lebih dari satu. Sederet sofa membentang memonopoli ruangan tersebut sedangkan diruang santai yang hanya dibatasi oleh satu ganjalan anak tangga memperlihatkan satu buah Tv LCD yang dipajang didinding dan lagi-lagi deretan sofa terdapat diruangan tersebut hanya yang berbeda terdapat meja makan kecil dengan meja berbentuk lingkaran dan kursi berjumlah empat buah.

Dibalik itu semua terdapat hal yang kosong. Dibalik mewahnya rumah ini dengan kolam yang memunculkan suara gemericik air didalam rumah tidak ada gaungan yang terdengar sama sekali. Tidak ada orang. Tidak ada pertanda mahluk hidup satupun.

Dapur hanya berisi peralatan untuk memasak dengan tanpa ada orang yang pernah menyentuhnya sekalipun.

Suara gemericik air mendominasi seluruh ruangan baik di lantai satu maupun dua.

Dilantai dua kita dapat melihat satu buah Tv sederhana dengan berbagai lemari disetiap sudut ruangan dan sangat kontras dengan lantai dibawahnya.

Sepi dan bahkan tidak ada suara sedikitpun.

Masing-masing baik dilantai satu maupun dilantai dua memiliki dua kamar yang berarti didalam rumah tersebut memiliki total empat kamar.

Sepi dan hening.

Bayang-bayang semu bahkan tidak ada sedikitpun didalam rumah ini. Sungguh kontras apabila terlihat dari luar ketika orang-orang memerhatikannya dan tersenyum serta sesekali mengangguk antara satu sama lain seperti terlihat sedang membicarakan sesuatu.

Seorang ibu-ibu menggunakan daster berwarna putih dengan corak kembang berbicara dengan seorang satpam. Mereka terlihat sangat serius bercakap-cakap. Sang ibu-ibu menepuk pundak si satpam dan kemudian berlalu meninggalkan si satpam sendirian. Satpam tersebut melihat dan menatapi rumah tersebut dan kemudian berlalu sambil mendorong sepedanya dengan perlahan.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s