REVIEW “3SUM” (2013)

Saya sempat ragu untuk menonton film ini, entah karena tidak mempunyai teman untuk menonton sehingga harus menonton sendiri atau mungkin memang saya tidak memiliki daya tarik untuk menonton film ini. Tapi entah kenapa dengan tekat bulat saya berpikir harus menonton film ini, sebagai orang yang sedang dalam proses belajar menjadi filmmaker, ini adalah refrensi yang harus saya pelajari dan saya ambil.

Jumat, 1 Februari 2013. Saya pikir akan ada beberapa orang yang akan menonton dilm 3SUM ini, namun apadaya jujur saya mengkerut dan bahkan memutar otak sampai 180 derajat melihat deretan bangku penonton yang kosong sama sekali dan itu berarti “saya menonton film ini sendirian didalam bioskop sebesar ini”. Berpikir positif : maybe everyone late, tapi sempat terpikir yes, im in here lonely to enjoy this film. Terlebih lagi memang ketika membeli tiket baru saya seorang yang membeli tiket tersebut.

Cukup menanti lama, sepertinya 21 memperpanjang waktu untuk melihat apakah there anyone who will be come in this fucking theater. Just *laugh, and finally saya menonton film 3SUM sendirian.

3SUM sendiri memiliki 3 cerita, yaitu INSOMNIGHTS, RAWA KUCING, dan IMPROMPTU.

So, lets start with….

  1. INSOMNIGHTS

 

Agak sedikit menjanjikan awalnya (spoiler alert), ketika adegan pembukaan muncul muka seorang nenek-nenek didalam wastafel! Hell yeah! Its creepy. Sedikit antusias dengan awal film horor ini, Insomnights menghadirkan cerita seorang pria yang tidak bisa tidur karena pacarnya meninggalkannya dalam arti kata lain membatalkan pernikahannya.

Yup, alur maju mundur pun dibuat yang ternyata menurut saya pribadi. DISASTER!. Alur maju mundurnya tidak menolong sama sekali, yang ada malah membuat saya menguap beberapa kali ditambah dengan akting Winky Wirawan yang over membuat saya hanya terdiam kaku. Ditambah ada beberapa efek yang sebenernya tidak perlu digunakan hanya membuang waktu dan membuat saya semakin terdiam kaku.

 

Overall : Film ini sederhana, ceritanya benar-benar sederhana dan lazim untuk digunakan dalam film-film horor, namun jangan salah walaupun bisa dibilang gagal membangun intensitas ketakutan penonton (bagi pecinta horor akan sangat membosankan) namun film ini sama sekali tidak rendahan. Film pendek yang dalam artikata sesungguhnya.

 2. RAWA KUCING

 Film ini berpusat ketika tahun 1980 an- Bercerita tentang Ayin (Aline Adita) yang bertemu dengan Welly (Natalius Chendana), seorang pemuda bisu tuli yang bertugas untuk memuaskan Ayin yang saat itu ulang tahun.

Tata Artistik di Rawa Kucing benar-benar harus diberikan Applause, Artistik terutama bagian setting yang maksimal serta akting yang benar-benar membuat kita hanyut dalam menonton dan menjiwai karakter Ayin disini. Sama seperti Insomnights alur yang ada di Rawa Kucing adalah Maju-Mundur namun menjadi penguat didalam film ini.  Film ini terbilang berani karena melibatkan banyak unsur ‘seksual’ yang justru jadi penguat di film ini.

 

Overall : lagi-lagi cerita yang standar namun dibagian kedua dari 3SUM ini lebih baik dari bagian pertama, penempatan scene yang oke serta akting yang baik dan didukung dengan kemampuan artistik yang luar biasa.

3. IMPROMPTU

 Bloody, Creepy, and Sensual. Bercerita tentang Amin (Dimas Argoebie) dan Lina (Hannah Al Rashid) yang merupakan duo pembunuh bayaran.

Finally, bagian ketiga dari Impromptu ini menjadi klimaks atau dibilang titik orgasme yang sangat luar biasa. Cinematography yang baik terutama dibagian lightingnya (salut buat guffer-nya) dan juga terutama penampilan dari Hannah Al Rashid sendiri. Tidak cukup banyak yang bisa diceritakan disini karena berbuah spoiler, namun yang pasti ini adalah film pendek yang mempunyai potensi untuk mejadi film panjang dengan cerita yang lebih kompleks.

 

Overall  : cerita sederhana, seperti dua film lainnya namun disajikan dengan sangat mewah dan menyenangkan. Bagian akhir yang sangat luar biasa. Choreography yang baik dan yang pasti mempunyai potensi untuk menjadi film panjang. Why Not? its gonna be awesome!

 

3SUM

 

Hingga pada akhirnya, 3SUM hanya menghadirkan cerita-cerita yang telah sering diangkat dilayar lebar namun dikemas sedemikian rupa menjadi eye catching untuk kita. Terlepas dari kekurangan dibagian cerita yang standar tersebut ini adalah sebuah film sederhana dan bagus untuk dinikmati. Sebuah film yang terdiri dari 3 cerita dengan 3 genre yang memilki masing- masing tokoh utamanya wanita-pria. Berpusat pada dua orang dengan polemik yang sederhana.

 

Film Indonesia  yang wajib ditonton.

 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s