REVIEW “THE SPECTACULAR NOW” (2013)

THIS IS SPECTACULAR!

(Lovable – hurtfelt – sweet – and romantic) – The Spectacular Now

 

Saling melihat satu sama lain, menyentuh antar jemari tangan, tersenyum secara diam-diam, mengalihkan pandangan antar satu sama lain, menikmati sederetan vodka – beer – wine, mencium dan dicium, memeluk dan dipeluk, menangis, terpuruk, berdansa, mencinta dan terjatuh. Its just another love story but it ain’t that.

The Spectacular Now sweet memoriablethe true love story

Sutter (diperankan oleh Miles Teller) adalah seorang remaja laki-laki yang sedang mengalami masa puberitas dan pencarian jati diri, menikmati hidup bersama dengan teman-teman, kekasihnya dan dirinya sendiri. Sutter memiliki kekasih bernama Cassidy (diperankan oleh Brie Larson) dan merasa hidup adalah segala-galanya bersama dengannya walaupun pada akhirnya hubungan mereka harus kandas.

Ditengah-tengah pelarian tersebut Sutter berpesta pora menjauhkan segala sakit yang dialaminya berusaha untuk melupakan Cassidy dengan minum – dansa – tertawa – disebuah bar dan pada akhirnya mabuk sangat berat dan terbangun disebuah halaman depan rumah seseorang. Disanalah, dia bertemu dengan seorang gadis bernama Aimee (diperankan oleh Shailene Woodley).

Aimee and SutterAimee and Sutter laughing together

Aimee adalah seorang gadis yang lugu, naif, dan manis, jelas sangat jauh dari sosok Sutter. Sutter perlahan-lahan berusaha mendekatkan diri kepada Aimee sembari tetap berusaha meraih kembali Cassidy dari Marcus (diperankan oleh Dayo Okeniyi). Aimee sama sekali tidak menyadari hal tersebut dan dengan kedekatannya bersama Sutter membuat perlahan-lahan dia menyukai Sutter namun di lain sisi Sutter masih tetap menyukai Cassidy dan beranggapan apa yang di lakukannya dengan Aimee adalah pertolongan semata kepada Aimee yang tidak pernah mempunyai kekasih pria.

Tapi ternyata lambat laun dengan kedekatan yang intens, perasaan tersebut mulai muncul didalam hari Sutter. Aimee membuat Sutter percaya bahwa ada seseorang yang bisa mengisi hatinya dan membuat dia berani dalam mengambil tindakan, Sutter tidak butuh seseorang yang merasa bahwa ‘dia dibutuhkan untuk orang tersebut’ tapi dia menginginkan seseorang yang membuat dia berani untuk bertindak suatu hal yang benar dalam hidupnya walau hanya sekali saja. Dilain sisi, Sutter membuat Aimee untuk berani melangkah maju kedepan tanpa melihat kemasa lalu karena hidup yang kita jalani adalah sekarang walau pada akhirnya Sutter menjadi seseorang yang hanya berkata ‘live in the now’ dan dia tidak pernah memikirkan tentang masa depannya.

Hingga pada akhirnya, Aimee menyadari Sutter tentang satu hal bahwa

 

“It’s fine to just ‘live in the now’ but the best part is ‘now’

is there’s another one tomorrow……”

 

first making love Sutter and Aimeethe part of become one

The Spectacular Now – adalah sebuah film sederhana dan bahkan sebuah film yang sepanjang kita menonton telah mengetahui tidak ada sesuatu yang baru untuk ditawarkan. Hanya sebuah cerita dongeng romantis dengan tokoh pria dan wanita yang saling jatuh cinta dalam kehidupan yang jatuh bangun. Kita bahkan telah mengetahui bagaimana akhir kisah ini akan berakhir di pertengahan film. Bukan berarti ini adalah sebuah film yang tidak cerdas.

The Spectacular Now – menawarkan sesuatu hal yang begitu asing bagi kita. Pendalaman cerita yang sangat besar. Membuat cerita-cerita biasa dan bahkan membosankan ini menjadi suatu dialektika semantik yang tidak biasa. Setiap gerakan, setiap tatapan, setiap senyuman, setiap perkataan memancarkan setiap hal yang berada didalamnya dan bahkan lebih dari itu.

another love story - The Spectacular Nowsweet moment between Sutter and Aimee

The Spectacular Now – membuat kita larut dalam ceritanya. Membuat kita seakan-akan menikmati kembali kehidupan masa remaja kita, membuat kita tertawa mengingat masa-masa tidak penting, masa-masa kebodohan, masa-masa kenakalan dan masa-masa kebangkitan kita kala itu. Dia menawarkan hal tersebut dibalik sebuah cerita biasa, sederhana dan terkesan usang.

The Spectacular Now – mungkin tidak akan membuat kita tertawa terbahak-bahak ataupun menangis sejadi-jadinya dengan kisahnya ini. tidak! Dia tidak menawarkan hal tersebut dan dia tidak ingin membuatnya menjadi hal seperti itu. Dia hanya menawarkan sebuah rasa ‘manis’ sederhana yang ketika kita rasakan akan meleleh di lidah dan rasa itu tidak akan pernah kita lupakan.

The Spectacular Now – pada akhirnya adalah sebuah film sederhana yang manis, penuh cinta, dan penuh dengan kehangatan dengan semua kesederhanaannya. Ini adalah sebuah film sederhana yang menawarkan ketidaksederhanaan. Bukankah ini yang selalu kita inginkan? Kesederhanaan yang sebenarnya sangat mewah.

Hingga pada akhirnya, The Spectacular Now membuat kita mencari tahu tentang tantangan yang kita hadapi dalam hidup kita baik dimasa lalu – sekarang – masa depan.

 Aimee and Sutter dancing togetherThe Spectacular Now

“But the real challenge in my life, the real hardship is me. It’s always been me. As long I can remember. I’ve never been afraid. Afraid of failure of letting people down. Hurting people. Getting hurt. I thought if I kept my guard up and focused on the other things, other people… if I couldn’t even well, than no harm would come to me. I screwed up. Not only did I shut out the pain, I shut out everything. The good and the bad. Until there was nothing….”

 

07

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s