REVIEW FILM PENDEK – FFS 2014 #PART 1

Bersama dengan teman saya petualangan terjadi, sebagai delegasi dari Cinematography Club Fikom Unpad (CCFikomUnpad) sudah barang tentu saya harus menghadiri PEMBUKAAN FESTIVAL FILM SOLO 2014, rabu/ 7 Mei 2014 lalu. Kepanasan akibat udara di Kota Solo hampir menyurutkan kaki saya untuk melangkah menuju Teater Besar Isi Surakarta. Maklum, sebagai orang yang berkehidupan di Kota Bandung-Jatinangor yang biasanya siang hari masih bisa diselingi dengan semilir angin sepoi-sepoi pastinya terasa tersiksa jiwa dan raga menghadapi panas terik yang tak berkemanusiaan ini.

Untung saja, acara pembukaan tersebut dilaksanakan pada malam hari. Maka sehabis berkencan tidak romantis tanpa pegangan tangan serta embel-embel ciuman dengan teman saya di pagi harinya. Maka setelah tertidur pulas di Wisma segera kami naikkan semangat untuk berangkat menuju Teater Besar Isi Surakarta.

Dan inilah bentuk tanggung jawab saya sebagai delegasi dengan memberikan output terhadap kehadiran saya sepanjang Festival Film Solo 2014. Berikut adalah review film pendek yang diputar ketika pembukaan FFS 2014.

 

REVIEW FILM PENDEK – FFS 2014

#PART 1

 

 

  1. INDIE BUNG!! (2014)

 

Seorang istri tengah menyediakan makanan kepada suaminya dimana ketika suaminya mencoba masakannya ia tergeleng-geleng dengan rasa masakan istrinya yang sangat asin di lidahnya sehingga ia lalu memarahi istrinya habis-habisan.

 

Menariknya, bukan hal tersebut yang diceritakan dalam film pendek berdurasikan 12 menit ini. Indie Bung!! Membuka awal cerita tersebut yang ternyata bukan isi dari ceritanya melainkan sebuah imajiner belaka tentang khalayan seorang pemuda terhadap film yang akan dibuatnya.

 

Percakapan dibuka antara dua orang pemuda di sebuah wedhangan yang membicarakan tentang pembuatan sebuah film dimana mereka berdua sendiri sama sekali tidak mengetahui bagaimana proses pembuatan film sebenarnya. Perdebatan mereka dimulai dari bagaimana proses penceritaan yang ingin mereka lakukan hingga hal-hal teknis yang dimana di dalam Indie Bung!! ini sendiri menyindir secara terang-terangan tentang sinema yang ada di Indonesia saat ini.

 

Indie Bung!! merupakan sebuah layar terbentang lebar yang menjadikan sebuah tempat kritik terhadap perkembangan sinema pada saat ini. Alih-alih ingin menyindir perkembangan sinema tentang konsep pengambilan gambar ‘zoom in – zoom out’ nya, Indie Bung!! ternyata lebih dari itu, dia membuat sebuah komedi satir tentang pembuatan film. Ketika kata ‘close up’ dijadikan dekat dengan ‘sebuah merek pasta gigi’ dan teknik pengambilan gambar ‘montage’ diakrabkan dengan ‘sebuah merek bubur’. Indie Bung!! bukan lagi sebuah film indie semata namun seutuhnya telah menjadi sebuah film dengan penceritaan yang dewasa.

 

Istimewanya, kata ‘Indie’ didalam film Indie Bung!! ini bukanlah menjadi sebuah kata yang memiki artian nekat dalam membuat film namun malah menyadarkan kepada kita tentang senekat apapun kita ingin membuat film tetap saja kita harus bertahan diri terhadap keterbatasan yang ada. Indie Bung!! adalah sebuah film pendek yang tidak biasa dia berani mengkritik sinema, mengkritik pembuatannya, dan bahkan menampar kita dalam usaha untuk mengeksekusi-nya.

 

Sutradara : Yuleo Rizky Catur Pamungkas

Nominasi Gayaman FFS 2014

 

  1. INDO NESIA? (2014)

 

Sekilas dari judulnya sekaan-akan telah terbayang film pendek tentang apa ini. Tentang sebuah nasionalisme yang di isi oleh orasi berupa voice over yang membosankan. Namun apa dikata, film pendek ini dibuka dengan Umar, seorang siswa yang diberikan tanggung jawab kepada guru-guru nya yang bijak agar melaksanakan bakti sosial berkenaan dengan masa pasca erupsinya gunung kelud.

 

Lucunya, Umar ini bekerja sendirian dalam mewujudkan bakti sosial tersebut. Meminta pertolongan kepada teman-temannya seakan-akan seperti bertanya kepada batu yang pasti tidak akan pernah menjawab. Tidak lelah dengan penolakan tersebut, Umar meminta bantuan kepada dunia magis yang lagi-lagi out-of-the box dari cerita ini. ketika telah mendapatkan jawaban dari dunia magis namun ternyata lagi-lagi rencana bakti sosial Umar malah semakin melarat. Alih-alih telah lelah meminta bantuan kepada temannya, si Umar ini malah nekat meminta pertolongan kepada guru-gurunya untuk menyumbang dalam bakti sosial yang dimandatkan kepadanya. Dicela-lah si guru-guru pada film pendek Indo Nesia? ini, bukannya sebagai tokoh protagonis malah menjadi tokoh antagonis. Digambarkan sebagai orang yang tidak rela menyumbangkan hartanya namun malah menyalahkan si Umar yang tidak bisa mendapatkan sumbangan, habislah guru-guru ini di mata film pendek Indo Nesia? ini.

 

Indo Nesia? merupakan sebuah film pendek kritis yang berani menggungkap permasalahan sosial secara terus terang dengan penceritaan secara komedi. Ketika audio-visual menjadi sebuah hukum pasti dalam pembuatan film namun malah justru Indo Nesia? ini tidak memperhatikan hal tersebut. Dengan bisa dibilang eksekusinya yang sangat buruk dari segi audio dan visual namun malah dengan cerita yang kuat kita tetap bisa menikmati film ini serta tertawa dan larut di dalamnya. Sekali lagi, kita ditampar dan dicemooh habis-habisan melalui sebuah film pendek. Ketika menimbang-nimbang ingin membuat film yang bagus dan sempurna kita mungkin malah justru fokus larut terhadap hasilnya dengan melupakan ceritanya.

 

Hingga pada akhirnya, dipertanyakanlah soal ‘kenapa judulnya adalah Indo Nesia?’ diakui terang-terangan oleh si pembuat, penaruhan spasi di judul tersebut melambangkan sebuah proses perjalanan untuk menjadi seseorang yang berkepribadian Indonesia namun pada akhirnya selalu diakhiri dengan tanda tanya besar akan kepribadian tersebut.

 

Sutradara: Zed Ridlo

Nominasi Gayaman FFS 2014

 

  1. MENUK (2013)

 

Seorang gadis miskin bernama Menuk ingin mengubah hidupnya dengan menjadi seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) dengan bantuan lembaga yang tidak diketahui keresmiannya. Seakan-akan terjebaknya Menuk didalam ruang human trafficking ini, akan membuat film pendek ini menjadi sebuah film pendek yang mengagung-agungkan moralitas dan perlindungan terhadap ketidakberdayaan perempuan. Namun jangan salah, itu ternyata tidak dilakukan didalam film pendek ini.

 

Dimulai dengan dijebaknya Menuk terhadap tindakan perdagangan manusia kita cukup berhenti di sebuah sudut hutan yang telah jauh dari perkampungan tempat tinggal Menuk. Cukup berdiam diri sesaat ketika kita dikejar-kejar rasa penasaran dengan potensi film pendek ini menjadi sebuah film pendek bergenre drama linier yang membosankan atau mungkin bisa jadi menggebu-gebukan perasaan hingga darah mendidih namun si pembuat malah menjungkirbalikkannya menjadi sebuah film pendek thriller yang dipenuhi dengan pelarian para gadis TKW di hutan tersebut.

 

MENUK pada akhirnya secara dewasa berani berusaha sejauh mungkin untuk menghindari hal-hal berbau heroik dan terkesan tidak logis. MENUK memenuhi keabsahan sebagai sebuah film pendek yang memiliki nalar yang sangat baik. Tidak menghabiskan ruang yang banyak dengan adegan-adegan frontal pembunuhan yang terkesan gory atau disturbing namun malah dengan piawai dan cantik-nya menjadikan tindakan pembunuhan menjadi hal yang epik dan menyakitkan.

 

Menonton MENUK membuat kita sadar akan tindakan heroik yang ujung-ujungnya kepala sendiri yang tertembak. Alih-alih ingin menolong nyawa orang lain malah nyawa sendiri yang tidak terselamatkan. Lalu yang jadi pertanyaan adalah, apakah kita bila dalam posisi yang sama akankah menjadi seorang yang heroik? Atau malah menjadi seorang pengecut yang lari kebirit-birit akibat takut mati konyol.

 

Kritik terhadap film ini adalah letak kejanggalan di bagian ending ketika dengan piawainya menghadirkan cerita seru malah membuat sejuta pertanyaan tentang timeframe yang ada didalam film Menuk ini.

 

Sutradara: Bobby Prasetyo

Advertisements

One thought on “REVIEW FILM PENDEK – FFS 2014 #PART 1

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s