REVIEW “DAWN OF THE PLANET OF THE APES” (2014)

APES DO NOT WANT WAR !

 

10 musim dingin atau 8 tahun lebih telah berlalu sejak pertama kalinya para kera pergi menghilang untuk membangun sebuah kehidupan baru dengan dipimpin oleh Caesar (diperankan oleh Andy Serkins) telah meninggalkan kota dan berpisah dari para manusia tetapi dalam masa tersebut sebuah virus bernama Siman yang seharusnya menyembuhkan kanker ternyata malah menjangkiti manusia dan menyebar hingga akhirnya mengurangi populasi manusia di Bumi. lantas, kera pun didakwa bersalah akibat penyebaran virus tersebut.

Dilain sisi kepunahan manusia, para kera telah membangun sebuah keluarga besar dengan kehidupan harmonis tanpa tahu menahu bagaimana kondisi manusia namun semua itu berubah ketika Carver (diperankan oleh Kirk Acavedo) menembak Ash, seekor kera yang berada di kawasan Caesar sehingga menimbulkan perang dingin antara kera dengan para manusia yang mulai kehabisan energi dan membutuhkan pembangkit listrik di tower yang dekat dengan kediaman Caesar.

Malcolm, Carver, Ellie, Alexander, etc who first met with all apes in the woods. (Source: imdb.com)

Malcolm, Carver, Ellie, Alexander, etc who first met with all apes in the woods. (Source: imdb.com)

Dawn Of The Planet Of The Apes atau yang kemudian akan disebut dalam review ini DPA adalah kelanjutan dari film pertamanya Rise Of The Planet Of The Apes (2011). DPA tetap menaruh fokus utama Caesar sebagai tokoh utama yang membuat titik tolak di film lamanya yang menghapus hampir eksistensi Bumi sehingga kera menguasai Bumi dan berperilaku seperti manusia dan manusia sebaliknya.

Konflik terbesar didalam DPA adalah bagaimana manusia yang ingin mempertahankan dirinya terpaksa bersaing dengan kawanan kera akibat kebencian yang dipelajari oleh Koba (Diperankan oleh Toby Kebbel) terhadap manusia dikarenakan dirinya pernah menjadi bahan eksperimen manusia. Kebencian koba tersebut mengakar hingga menyebabkan perseteruan antara dirinya dengan sang pemimpin dimana dianggap olehnya Caesar lebih mencintai manusia daripada kera.

Didorong rasa ingin menghancurkan manusia yang sangat besar membuat Koba melanggar sumpah untuk tidak saling membunuh sesama kera, dia menembak Caesar hingga dinyatakan mati lalu membangkitkan amarah para kera sehingga peperangan pun dimulai.

Poster Dawn Of The Planet Of The Apes. (Source: imdb.com)

Poster Dawn Of The Planet Of The Apes. (Source: imdb.com)

DPA adalah awal dimana pertama kali peperangan besar-besaran akan terjadi antara manusia dengan kera walaupun sepanjang 130 menit ini lebih memfokuskan persetuan didalam tubuh para kera akibat perbedaan pandangan akan eksistensi manusia. Polemik perang ini kemudian menjadikan sebuah pertanyaan besar ketika telah mengakhiri film 130 menit ini bahwasanya kera itu sendiri tak lain tak bukan adalah sosok manusia yang serakah dan rakus akan menyebabkan banyak hal, dan terbesar adalah peperangan.

Melihat DPA tidak hanya seperti melihat film kolosal semata namun terlihat sebagai film yang penuh arti dan sarat mana. Malcolm (diperankan oleh Jason Clarke) adalah tokoh manusia yang memiliki kedermawanan dan kerendahan hati yang luar biasa sama halnya dengan Caesar dimana dia ingin mencegah peperangan dan dibantu teman-temannya. Keakraban antara Caesar dan Malcolm seperti ibarat kedekatan antara dua suku yang rentan akan kerusuhan namun mereka dapat menyatukan itu tanpa memandang perbedaan mereka sama sekali. Mereka berdua adalah tokoh yang ikonik atas perdamaian sepanjang film ini. Mungkin bila ditelaah kembali  di Rise Of The Planet Of The Apes, sosok manusia ini dapat ditemukan pada Will Rodman (diperankan oleh James Franco) yang tidak diceritakan bagaimana kelanjutan kisah tokoh ini difilm DPA walau sejujurnya sangat menarik melihat bagaimana Caesar akan bertemu kembali dengan Will.

Malcolm with Caesar in Dawn Of The Planet Of The Apes. (Source: imdb.com)

Malcolm with Caesar in Dawn Of The Planet Of The Apes. (Source: imdb.com)

Sosok Koba pada manusia dapat ditemukan pada Dreyfus (diperankan oleh Gary Oldman), sang maestro Oldman memerankan tokoh ini jelas menjadi sorotan utama dengan kualitas performanya yang luar biasa dibandingkan dengan tokoh lainnya. Oldman disini juaranya walaupun muncul dengan tidak mendominasi didalam film tapi dia jelas dan pasti menarik simpatik bagi para penonton.

Gary Oldman in Dawn Of The Planet Of The Apes. (Source: imdb.com)

Gary Oldman in Dawn Of The Planet Of The Apes. (Source: imdb.com)

Banyak nama – nama baru yang muncul di layar DPA ini Keri Russel yang memerankan Ellie, istri Malcolm dan Kodi Smith-McPhee yang memerankan Alexander, anak Malcolm. Walaupun belum terdengar jelas diantero Hollywood tapi tampaknya berkat perannya difilm ini tidak memungkinkan mereka akan menjadi sorotan public figure dan dapat dipertimbangkan untuk karir mereka kedepan.

#########

Terdapat beberapa hal-hal penting selama 130 menit yang dapat kita maknai dengan sungguh-sungguh selama menonton film DPA ini, yaitu:

  1. hubungan antara Caesar dengan Koba yang sudah seperti saudara dan keloyalannya yang tak dapat dibayangkan harus dihancurkan oleh kebenciannya kepada manusia. Pertikaian ini merupakan penggambaran besar bagaimana proses sebuah “perang” terjadi. Hatred is being a destructive.
  2. Kedamaian yang dibuat oleh Caesar dengan membat peraturan “Apes did not kill Apes” ternyata tidak dapat bertahan cukup lama. Kepintaran yang didapatkan oleh kera ternyata tidak serta merta membuat mereka lebih baik dari manusia namun ternyata sama buruknya dengan mereka. Ini adalah sebuah kritik pedas bagaimana akal kita yang begitu besar malah tidak digunakan secara rasional.
  3. Kemanusiaan dipertanyakan. Dengan posisi Drayfus yang ingin membuat eksistensi manusia kembali menguasai Bumi vs Malcolm yang tidak ingin membuat ada pertikaian antara manusia dengan kera. Mereka berdua tidak bersalah namun baik dikedua pihak tergambarkan bagaimana sesuatu harus diraih dengan mengorbankan banyak pihak. Drayfus yang harus membunuh para kera dan Malcolm yang harus membunuh Drayfus, dkk untuk menghindarkan perang.
  4. Isu eksperimen hewan. Ini adalah sebuah isu yang sudah sering dibahas di dunia namun sebuah pertikaian antara tokoh Carver dengan Ellie yang memiliki sudut pandang berbeda akan membuat kita terenyuh ketika virus Siman menyebar akibat kera namun dipertegas oleh Ellie bahwa itu semua adalah salah manusia yang telah terobsesi dengan mengeksperimen kan kera. Rasionalitas kembali dipertanyakan.
  5. Maurice (diperankan oleh Karin Konoval) tetap menjadi sosok apes yang paling sederhana dan mempunyai kedekatan dengan Alexander. kepercayaannya kepada manusia tidak pernah padam walaupun telah mengalami hal tidak menyedangkan di kebun binatang yang diceratakan di “Rise”.
  6. Kota San Fransisco yang diduduki oleh manusia dan kemudian diambil oleh para Kera entah kenapa terlihat dengan suasana Kota Para Kera di masa depan dengan referensi film Planet Of The Apes (2001) terlebih ketika Caesar menuruni tangga ketika mengalahkan Koba.
  7. Para kera hanya bisa berkomunikasi melalui gerakan non verbal kecuali Koba dan Caesar menariknya anak Caesar dapat berbicara juga seperti ayahnya. Ini adalah indikasi bahwa dimasa depan nanti ketika para kera dapat berbicara mereka semua adalah keturunan dari Caesar sehingga gen kepintaran mereka terus turun menurun hingga mendominasi kawanan kera. penjelasan seperti pun akhirnya memberikan kesimpulan bahwa para kera tidak bisa berbicara seperti manusia apabila dia tidak berasal dari keturunan Caesar.

 

Menariknya, bagaimana kelanjutan dari perjuangan Caesar dengan kawanan kera lainnya dalam peperangan bersama manusia. Apakah kisah itu yang akan difokuskan dalam kelanjutannya atau malah film selanjutnya akan berpatokan terhadap kisah Planet Of The Apes (1968) dimana kisah berfokus kepada masa depan yang telah dikuasi oleh koloni kera dan dua sepasang manusia dari masa lalu mendarat ke masa depan dan terbingung-bingung dengan kondisi bumi yang dikuasi oleh para kera.

Sejujurnya sangat diharapkan cerita selanjutnya akan berfokus kepada Planet Of The Apes (1968) sehingga cerita tidak hanya berjalan liner belaka. kenapa demikian? secara urutan cerita Rise dan Dawn telah menunjukkan proses utuh bagaimana kelak nantinya bumi diambil alih oleh para kera sehingga tidak dibutuhkan proses perang total-totalan antara kera dengan manusia namun dengan menjungkirbalikkan kisah menuju Planet Of The Apes (1968) akan membuat cerita berkembang ke arah pengembalian ke masa lalu yang berfungsi untuk merubah masa depan. ini akan sangat menarik tentang sebagaimana jauh dunia “apes” akan digali oleh para tim kreatif dibelakangnya. “Rise – Dawn – Planet” its sounds great, right?! after that we just waiting for “Beneath – Conquest – Battle” Of The Planet Of The Apes. Jika mereka benar-benar telah mempersiapkan matang akan remake film “Apes” ini besar-besaran.

Rise telah menunjukkan kebangkitan sebuah film klasik yang sangat luar biasa sementara Dawn telah membuktikan bahwa dia sangat layak disandingkan dengan film klasiknya. Baik Rise maupun Dawn telah berhasil menyederhanakan sebuah film klasik sederhana berpuluh tahun lalu tanpa melupakan unsur penting didalamnya.

Kita patut menghargai film ini. Sebuah kemenangan telak kepada film ini ditengah-tengah kegagalan remake film lainnya.

09

 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s