REVIEW “HANNIBAL” ( 2013 – )

Hannibal Lecter adalah seorang tokoh fiktif karangan “Thomas Harris” yang pertama kali muncul pada novel Red Dragon tahun 1981 dan tak elak tokoh Hannibal seorang Kanibal yang psikopat dengan sikap perfeksionis dan cita rasa tinggi terhadap seni, musik, serta makanan pun menjadi salah satu tokoh fiktif pembunuh berantai yang paling terkenal saat itu dan bahkan hingga sekarang. Tokoh Hannibal menjadi sangat terkenal dikarenakan sosoknya yang begitu misterius dan bahkan hampir tidak mempunyai simpati sedikit pun kepada korbannya dan uniknya dia berkerja sebagai seorang psikiater yang menangani masalah kejiwaan dimana para pasiennya adalah yang mengalami gangguan jiwa psikopat dengan diberikan saran untuk menuruti kata hatinya atau dengan kata lain Hannibal memerintahkan para pasiennya untuk melakukan percobaan pembunuhan.

Karakter Hannibal sendiri sudah diangkat ke layar kaca sejak tahun 1986 namun mulai meraih kesuksesan besar ketika karya tersebut diadaptasi dengan judul The Silence of The Lamb (1991) yang meraih banyak sekali penghargaan termasuk pujian besar terhadap Anthony Hopkins yang memerankan tokoh pembunuh berdarah dingin tersebut. Walaupun telah menyusul film-film selanjutnya, yaitu Hannibal Rising (2007), Red Dragon (2002), dan Hannibal (2001) namun tetap tidak satu pun dari film itu yang meraih kesusksesan sama seperti halnya The Silence of The Lamb.

Peruntungan pun dicoba setelah enam tahun lamanya tokoh Hannibal tidak berada dilayar kaca kini AXN beserta timnya mengangkat kembali petualangan si pembunuh berdarah dingin kanibal tersebut ke layar kaya melalui bentuk serial televisi. Jelas, dengan kesuksesan Hopkins memerankan tokoh tersebut menjadi sebuah pertanyaan besar siapa yang akan memerankan tokoh horor teranyar tersebut. Mads Mikkelsen jawabannya ia akan memerankan tokoh berkarakter dingin yang berkelas tinggi tersebut dalam serial yang telah mengakhiri musim kedua nya tahun ini.

ABOUT SERIAL

Serial ini mengambil tokoh-tokoh dari buku Red Dragon, Hannibal Rising, dan Hannibal dengan sebuah kecewaan besar tidak dapat memasukkan tokoh Claire Starling yang berada di buku The Silence of The Lamb digadang-gadang permasalahan tersebut disebabkan oleh hak cipta sehingga karakter tersebut tidak dapat muncul padahal tokoh yang akan berhasil menangkap Hannibal adalah Claire walaupun sebelumnya telah diurus oleh Will Graham.

Serial ini memulai episode pilot nya berjudul ‘Apéritif’ dimana kisah berfokus kepada Will Graham (diperankan oleh Hugh Dancy) yang mempunyai kemampuan menganalisis kronologis pembunuhan berdasarkan sifat empati yang dimilikinya, dia sendiri memiliki jiwa psikopat yang dikuburnya dalam-dalam sehingga tidak dapat menyakiti banyak orang. Akibat terlalu sering berada di crime scene menyebabkan ia akhirnya memutuskan untuk hanya menjadi seorang pengajar diakibatkan takut insting killer yang dimilikinya muncul dipermukaan. Namun sebuah kasus serial killer yang tidak dapat terpecahkan pun memaksanya harus turun tangan membantu agent Jack Crowford (diperankan oleh Laurence Fishburne) untuk menanganinya walau berusaha dicegah oleh koleganya Dr. Alana Bloom (diperankan oleh Caroline Dhavernas) yang takut insting Will akan terpacu untuk bangkit. Disaat itulah, Jack memutuskan untuk mencarikan Will seorang psikiater agar membantunya menahan instingnya disanalah ia pertama kali dipertemukan oleh Dr. Hannibal Lecter (diperankan oleh Mads Mikkelsen).

hannibal lecter di serial hannibal

Hannibal Lecter. source: imdb.com

 

SEASON 1 (2013)

Hannibal and Will

Hannibal and Will. Source: imdb.com

Musim pertama Hannibal dimulai tahun lalu dengan berfokus kepada kejadian serial killer di episode pertamanya yang diketahui bahwa hilangnya secara berantai 8 orang gadis secara misterius dalam setiap waktu yang sama bersama dengan Jack serta Hannibal mereka bersama berusaha memecahkan kasus tersebut. Ketika mereka perlahan mulai menginvestigasi tiba-tiba sesosok mayat muncul di daerah Minnesota, seorang wanita telanjang yang tertancap di atas tumpukan kayu dengan bagian dalam tubuhnya hilang. Will merasa saat itu serial killer yang dihadapannya adalah seorang ‘peniru’ bukan pembunuh yang mereka cari sebenarnya. Kisah pun pada akhirnya berakhir dengan terkuaknya si pelaku, yaitu Garett Jacob Hobbs (diperankan oleh Vladimir Jon Cubrt).

Disaat itu Will terdesak akibat oleh Hobbs yang berusaha membunuh anak perempuannya sendiri, yaitu Abigail Hobbs (diperankan oleh Kacey Rohl). Will terpaksa menarik pelatuk dan membunuh Hobbs disaat itulah instingnya muncul.

Episode pertama menjadi sebuah pionir penting dalam perjalanan musim pertama yang berjumlah 13 episode ini. Dimana Will yang merasa insting membunuhnya muncul kembali dengan bayang-bayang membunuh Hobbs tersebut dimainkan oleh Hannibal yang menginkan Will menjadi sahabatnya sehingga terapi yang dijalani olehnya pun mendorong Will untuk membunuh tanpa disadarinya. Kecerdikan Hannibal ini dibantu oleh satu sosok penting yang nantinya akan dikuak pada final episode di musim pertamanya.

 

SEASON 2 (2014)

Ketika musim pertamanya menggunakan gaya penceritaan linier maka dimusim keduanya menggunakan gaya penceritaan non linier dengan opening di episode pertamanya ‘Kaiseki’ menampilkan pertarungan sengit antara Jack dengan Hannibal di ruang dapur. Pembukaan yang berhasil meraih penasaran besar-besaran karena di musim pertamanya hubungan Jack dan Hannibal seperti seorang sahabat lalu mendadak menjadi sebuah pertarungan ajang saling membunuh.

Jack Crowford di hannibal serial

Jack Crowford. Source: imdb.com

            Musim pertama diakhiri dengan Will Graham yang ditahan di Baltimore State Hospital khusus untuk para pelaku criminal psikopat karena dituduh dan didakwa membunuh Abigail Hobbs. Will yang mempertahankan ketidakbersalahannya berusaha membuktikan bahwa orang yang mereka incar tak lain dan tak bukan adalah Hannibal walau teori tersebut ditolak oleh Jack serta Alana. Tokoh yang paling tidak disukainya pun terpaksa harus menjadi penolongnya, seorang jurnalis gosip Freddie Lounds (diperankan oleh Lara Jean Chorostecki). Namun Will tidak sendiri, Beverly Katz (diperankan oleh Hettiene Park) berusaha untuk membantunya karena ketidakpercayaannya bahwa Will yang selama ini dikenalnya adalah seorang pembunuh. Namun tanpa disangka-sangka oleh semua orang Will mengeluarkan insting pembunuhnya untuk menangkap Hannibal sehingga dia merelakan melakukan segala cara bahkan dengan meminta bantuan seseorang untuk membunuh Hannibal Lecter sehingga semua orang yang tadinya berada di sekeliling Will perlahan menjauh termasuk Alana yang bahkan menjalin hubungan dengan Hannibal.

            Musim kedua berakhir dengan ending alternative yang cukup menegangkan dan menguras tanda tanya besar akan nasib semua tokoh. Ending alternative tersebut dilakukan akibat adanya rumor bahwa musim kedua adalah final season dari serial Hannibal ini dikarena beberapa sebab, seperti penurunan rating. Namun setelah mendapatkan sinyal positif dari AXN serial ini kemungkinan besar akan berlayar kembali dimusim ketiganya tahun nanti.

 

THE VERDICT

Serial Hannibal bukanlah semacam serial biasa bertemakan thriller namun dia lebih dari itu sedari awal kita akan menontonnya para penonton telah diberikan peringatan bahwa tayangan-tayangan yang dihadirkan dalam serial ini meliputi kekerasan, pembunuhan, gambar yang menjijikkan (disturbing and gore scene) hingga harus penonton berusia 18 tahun ke ataslah yang diizinkan menonton.

Hannibal episode futamono

Hannibal episode futamono. Source: imdb.com

AXN tidak berlebihan, serial ini memang sangat berbahaya sekali apabila ditonton oleh anak dibawah umur, bayangkan terdapat secara jelas digambarkan serial killer yang melakukan design pembunuhannya dengan menyatukan mayat-mayat sehingga membentuk totem dengan full nudity yang tidak dapat ditolerir sama sekali. Tidak hanya itu bahkan salah satu disturbing scene ada pada musim kedua dengan episode judul ‘Futamono’ dimana sesosok tubuh pria dalam keadaan telanjang diikatkan di sebuah pohon dengan organ tubuh dibagian dadanya diganti dengan berbagai tanaman yang merepesentatifkan fungsi kerja organ tubuhnya.

Hal tersebutlah yang sebenarnya membuat serial Hannibal ini begitu dewasa dan bahkan sempurna walau banyak kritik yang menyampaikan bahwa bagaimana kasus dapat terselesaikan dengan mudah akibat penglihatan Will yang sangat jenius tapi malah disitulah sisi poinnya bahwa keunikan Will yang memecahkan kasus dengan menjadikan dirinya sebagai pembunuhlah daya tarik yang disukai Hannibal.

Pujian pun sangat mengalir kepada Mads Mikkelsen akibat perannya sebagai Hannibal yang dingin dan sangat menjunjung nilai kelas tinggi ini pun mendapatkan nominasi sebagai pemeran pria terbaik dalam Academy of Science Fiction, Fantasy, & Horror Films, USA pada tahun 2014 ini.

 

 

WHY YOU SHOULD WATCH IT?

totem killer di Hannibal serial

totem killer. Source: imdb.com

Hannibal adalah sebuah serial langka yang bahkan buat saya sendiri pertama kali temukan dengan gambar yang memukau disturbing nya tidak membuat saya jijik (karena mungkin terbiasa menonton thriller – gore) namun terpukau kagum dengan bagaimana otak para serial killer membunuh korbannya dengan visi dan misi serta pesan yang disampaikan lewat design pembunuhannya. Tata gambar atau cinematography serial ini pun diatas rata-rata dari kebanyakan serial lainnya dan jelas memakan banyak waktu serta uang dalam pembuatannya. Gambar-gambar detail yang divisualisasikan malah membuat penonton seharusnya menelan lidah karena menjijikkan seperti ketika adegan pembunuhan dengan korban kehilangan organ hatinya disaat itu pula adegan dipotong dan dilanjutkan dengan Hannibal yang tengah memotong organ hati untuk dijadikan masakan yang tak lain dan tak bukan adalah organ hati manusia. Kegilaan pun lebih berlanjut lagi dengan makanan yang dibuatnya pun diberikan kepada kolega-koleganya dan mereka memuji masakan Hannibal yang begitu mewah, berkelas, dan bercita rasa tinggi.

Hal yang menarik dari serial ini pula terlihat dari judul-judul setiap episodenya yang memancarkan nama makanan. Di musim pertamanya menggunakan nama istilah kata Prancis (Apéritif, Amuse-Bouche, Potage, Oeuf, Coquilles, Entrée, Sorbet, Fromage, Trou Normand, Buffet Froid, Rôti, Relevés, dan Savoureux) dan dimusim keduanya yang menggunakan nama makanan istilah Jepang (Kaiseki, Sakizuki, Hassum, Takiawase, Mokozuke, Futamono, Yakimon, Su- Zakana, Shiizakana, Ko No Mono, Tome Wan, dan Mizumono).

Serta jangan lupakan konsep timelapse nya yang membuat sinematografi serial ini semakin cantik dan tidak jenuh-jenuhnya untuk ditonton oleh mereka yang menyukai gaya-gaya tata kamera yang unik.

 

10

 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s