REVIEW TOP LGTB SERIAL #1

Tema LGTB (Lesbian, Gay, Transeksual, Biseksual) seringkali dimuat baik dalam sebuah film maupun serial namun seringkali terutama serial tokoh seorang LGTB selalu merupakan tokoh tambahan dan malah hanya berupa tambahan cerita. Jarang sekali serial yang mengusung tema tersebut atau mungkin saya selaku movreak saja yang belum menemukannya sekalipun ada lagi-lagi hanya sebuah cerita dengan hampir 80% dipenuhi sebuah erotisme seksual LGTB yang jelas-jelas menganggu jalan cerita. Tapi untungnya terdapat beberapa serial yang menampilkan sebuah cerita dengan bumbu erotisme yang sangat sedikit bahkan termasuk didalam review ini adalah sebuah webseries bertemakan tersebut yang berasal dari Indonesia.

 

Oleh karena itu, so lets we talking about LGTB serial :

 1. LOOKING ( 2014 – )

Looking menceritakan tentang kehidupan tiga pria dikota San Francisco dimana pria-pria tersebut adalah seorang gay dengan tokoh utama, yaitu Patrick Murray (diperankan oleh Jonathan Groff) yang tengah mencari cinta atau teman hidup dan masih dalam tahap penerimaan jati diri sebagai seorang homoseksual ditemani dengan kedua temannya, Agustin (diperankan oleh Frankie J. Alvares) dan Dom (diperankan oleh Murray Barltlett).

Patrick, Dom, dan Augustin.source:vanityfaircom

Patrick, Dom, dan Agustin.source:vanityfair.com

Looking memulai debut season pertamanya pada Januari 2014 sebanyak 8 episode telah diudarakan dilayar televisi. Serial ini sendiri digarap oleh studio besar yang telah melahirkan nama-nama serial papan atas, yaitu HBO (Home Box Office). HBO sendiri di setiap serialnya hampir memiliki karakter LGTB sehingga tentu tidak cukup mengejutkan untuk akhirnya mereka memutuskan membuat sebuah serial yang berfokus kepada kaum LGTB ini terlepas serial mereka sebelumnya OZ (1997 – 2003) yang juga membahas isu gay di dalam penjara.

Looking sendiri memiliki jalan cerita yang cukup menarik dimana bahkan para fans film ini terbagi menjadi dua antara Team Richie dengan Team Kevin. Richie (diperankan oleh Raul Castillo) adalah seorang pemangkas rambut yang tanpa sengaja berkenalan dengan Patrick dan akhirnya menjalin hubungan tanpa status walau ditengah-tengah itu sebenarnya Patrick jatuh hati kepada bos di kantornya, Kevin (diperankan oleh Russel Tovey) namun berusaha untuk mengelaknya dikarenakan Kevin telah memiliki kekasih pria.

richie di film looking hbo

Richie – Looking (2014). Source: imdb.com

Debut musim pertama serial ini tidak berfokus dengan cinta segitiga tapi bagaimana setiap karakter (Patrick, Augustin, dan Dom) mencari jati diri mereka sebagai seorang homoseksual dengan sikap yang modern-day dalam lingkungan sehari-harinya. Sebagai sebuah miniseries tentunya cerita dibuat sangat padat tapi tidak terburu-buru. Ini adalah sebuah serial HBO yang pastinya tidak akan murahan dan akan dipenuhi dengan dialog cerdas beserta jajaran pemain berkualitas akting sangat baik dan disini karakter Kevin yang diperankan oleh Tovey terlihat sangat menonjol dan mampu menarik perhatian dengan performanya. Bagi yang sering menonton serial UK pasti sudah tidak asing dengan tampang Tovey yang telah bermain dalam serial Being Human (2008 – ) sebagai manusia serigala.

team kevin di looking HBO

Kevin (Russel Tovey). Source: digitalspy.co.uk

 

THE VERDICT

Serial ini akan mampu menarik perhatian penonton baik mereka yang homoseksual maupun straight karena serial ini tidak seperti serial-serial HBO yang menampilkan adegan seksual secara eksplisit malah sejujurnya kenapa sangat bisa ditonton dengan enjoy karena adegan seksual bahkan kissing pun tidak terlalu sering ditemukan.

 

08

 2. ORANGE IS THE NEW BLACK ( 2013 – )

 

Netflix bukan hanya sebuah rental film berbasiskan online semata saja namun lebih besarnya lagi mereka tengah bersiap-siap untuk mencoba gaya trend baru semacam webseries dengan membuat sendiri serial mereka lalu ditayangkan secara streaming di situs mereka dengan kali ini bertemakan penjara serta perempuan semacam OZ versi lesbian siap bertarung dengan jajaran serial lainnya, Orange Is The New Black telah siap disandingkan dengan serial drama lainnya.

Berceritakan tentang Piper Chapman (diperankan oleh Taylor Schilling) yang diumurnya ke tiga puluh terpaksa harus mendekam didalam penjara akibat sebuah kegiatan kriminal lamanya yang berhubungan dengan transaksi narkoba akibat terjebak dengan mantan kekasih wanitnya, Alex (diperankan oleh Laura Prepon). Piper yang seorang biseksual tersebut didekam ketika tengah bertunangan dengan Larry (diperankan oleh Jason Biggs), sebagai sebuah perwujudan keadilan, Piper pun merelakan dirinya dipenjara dan tanpa diketahuinya, Alex berada didalam penjara yang sama dengannya.

Piper Chapman (Taylor Schilling). Source: imdb.com

Piper Chapman (Taylor Schilling). Source: imdb.com

Ide cerita awal ini adalah bagaimana kehidupan dipenjara wanita serta bagaiamana perilaku mereka di dalam penjara yang ternyata terdapat aktivitas sexual intercourse sesama jenis didalam penjara tersebut. Selain itu pula diperlihatkan tindakan pervert dari penjaga yang menggoda para tahanan. Piper yang seorang wanita berpendidikan kelas menegah ke atas terpaksa harus bertahan hidup didalam penjara tersebut sambil dibayang-bayangi dengan keberadaan Alex serta ditaksir oleh sesama tahanan, yaitu Suzanne (diperankan oleh Uzo Aduba).

Piper yang merasa hidupnya telah berantakan akibat bertemu kembali dengan Alex berusaha sejauh mungkin menghindarinya namun apa daya ternyata perasaan Piper masih sama terhadap Alex sehingga hubungan seksual pun terjadi antara mereka berdua dan benih-benih asmara pun tumbuh diantara mereka berdua walau saat itu dia tengah bertunangan dengan Larry.

Pada musim pertamanya, Orange Is The New Black menceritakan kehidupan Piper yang pertama kali berada dipenjara dan harus menaati peraturan baik tertulis maupun non tertulis diantara para tahanan lainnya. Komedi-komedi pun ditampilkan dalam serial ini, dengan Piper yang belum menerima uang dari Larry sehingga tidak dapat membeli sandal dengan kreatifnya menjadikan pembalutnya sebagai sandal serta aneka tindakan konyol para tahanan lainnya yang akan mengocok perut. Musim pertama berjalan dengan sangat rapih dan tertatur serta dipenuhi tawa yang meledak maupun sebuah kekesalan-kekesalan akibat ulah Pennsatucky (diperankan oleh Taryn Manning) yang mempunyai kepercayaan kepada Jesus secara berlebihan dan mengutuk para lesbian dengan korban kutukannya adalah Piper.

Pennsatucky (Taryn Manning). Source: imdb.com

Pennsatucky (Taryn Manning). Source: imdb.com

Musim pertama telah ditutup dengan sebuah kejutan yang lumayan membuat tidak sabar bagaimana nasib Piper selanjutnya. Uniknya dimusim kedua, jatah Piper diceritakan menjadi sedikit walau ternyata sama sekali tidak mengurangi daya tarik serial ini. Musim kedua berfokus kepada persaingan antara Red (diperankan oleh Kate Mulgrew) dengan tahanan lama yang kembali mendekam sekaligus teman lamanya, Vee (diperankan oleh Lorraine Toussaint). Bila musim pertama berjalan secara ringan tidak dengan musim keduanya yang ternyata sangat brutal dan dipenuhi dengan emosi persaingan antara sesame tahanan sehingga baku hantam dan percobaan pembunuhan pun terjadi didalam sel tersebut.

Red (Kate Mulgrew) dan Vee (Lorraine Toussaint). Source: imdb.com

Red (Kate Mulgrew) dan Vee (Lorraine Toussaint). Source: imdb.com

Orange Is The New Black jelas bukan serial yang bermain secara aman namun serial yang telah mempunyai cerita tetap apa yang ingin dihadirkan tidak hanya Piper saja tapi semua tahanan patut diceritakan sejarah hidupnya. Serial ini berkembang tidak sesuai dengan prediksi tapi melampaui ekspektasi. Segalanya berubah, baik karakter Piper yang lemah menjadi semakin kuat dan dingin serta hubungannya dengan Alex yang semakin bisa dikatakan membaik namun memburuk kembali serta putusnya hubungan Piper dengan Lerry.

Orange Is The New Black cukup menampilkan adegan seksual yang eksplisit antara sesama tahanan atau dengan kata lain aktivitas seksual lesbian dimulai dari oral, fingering hingga petting serta nudity yang frontal menjadikannya tontonan yang harus dinikmati oleh kalangan dewasa saja.

poster Orange Is The New Black. Source: imdb.com

poster Orange Is The New Black. Source: imdb.com

 

THE VERDICT

Orange Is The New Black telah menyelesaikan dua musimnya selama dua tahun ini dan terbukti tidak terjadi penurunan cerita walau tidak sehumor dan seringan sebelumnya tapi tertolong dengan nuansa thrill nya serta penguatan setiap karakter yang melampui ekspektasi. Musim ketiga jelas sangat dinanti.

 

08

 3. CONQ web series ( 2014 – )

 

Siapa sangka Indonesia ternyata mempunyai sebuah webseries bertemakan LGTB yang tidak murahan dan bahkan berani serta sensual. CONQ merupakan sebuah webseries yang diproduksi atas kerjasama The Ford Foundation, Kalyana Shira Foundation, dan Soda Machine Films dimana Luck Kuswandi duduk sebagai Sutradara, Penulis Naskah, dan Produser.

CONQ menceritakan tentang Lukas (diperankan oleh Rizal Irawan) dan sahabatnya Timo (diperankan oleh Gia Partiwinata) dalam menjalani kehidupan gay mereka di jantung ibu kota, Jakarta dengan sebuah sterotype lifestyle “gay” yang be merry, party hard, and stay ignorant dianut oleh mereka para CONQ di Ibukota.

episode-1 CONQ Unstretype Me

Lukas (kiri) dan Timo (kanan). Source: Conwq.me

Lukas terang-terangan menolak hal tersebut dalam episode perdana CONQ yang berjudul ‘Unstreotype Me’ dimana dia adalah seorang gay modern yang bertindak layaknya straight tanpa bumbu-bumbu stereotyped gay yang melekat pada tubuh Timo sahabatnya.

CONQ bisa dibilang cukup berani dan cukup membuat mata terbelak kaget pada episode ketiganya ‘The Perfect Profile (Part 2)’ dimana adegan kissing antara Lukas dengan Aghia (diperankan oleh Trisa Triandesa) yang sangat berani dan bahkan bisa dibilang ‘panas’.

Lukas dan Gia. (Source: thejakartaglobe.com)

Lukas dan Gia. (Source: thejakartaglobe.com)

CONQ bukan hanya sebuah serial drama gay semata tapi dia pun mampu menghadirkan sebuah edukasi tentang seks didalam episode keempatnya ‘The Test’ yang menjelaskan tentang HIV/AIDS dengan sangat baik.

CONQ sendiri akan menampilkan 12 episode dengan fokus petualangan Lukas serta Timo dengan mungkin masih diarahkan oleh Lucky Kuswandi nantinya. Lucky Kuswandi sendiri telah memiliki filmografi sebelumnya, yaitu Madame X (2010) yang sama halnya membahas tentang isu LGTB dan mahakarya terbarunya Selamat Pagi Malam (In The Absence Of The Sun) yang mempunyai karakter lesbian, yaitu Naomi dan Gia.

CONQ baru saja merilis episode keempat mereka dan dapat diakses secara gratis di youtube.

 

THE VERDICT

Masih terlalu awam untuk mengetahu nasib webseries ini yang terbilang independen dengan muncul setiap episode ibaratnya ‘suka-suka’ atau dengan dugaan ‘terbentur dana’. CONQ merupakan sebuah titik tolah bahwa ada filmmakers yang peduli pada isu ini dan berani memaparkan realita yang terjadi. Sungguh disayangkan kalau serial ini berhenti ditengah-tengah. Mungkin system crowdfunding bisa membantu?.

 

08

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s