REVIEW “TEENAGE MUTANT NINJA TURTLES” (2014)

At least, its better than Transfuckingmore 4

 

Teenage Mutant Ninja Turtles Poster 2014 ) Source: imdb.com )

Teenage Mutant Ninja Turtles Poster 2014 ) Source: imdb.com )

Michael Bay tampaknya belum jera membuat film-film dengan konsep pahlawan diselingi efek-efek CGI yang menggugah mata, lewat karyanya yang arogan dan tak bernilai tinggi namun berhasil meraup jutaan dollar bahkan hingga menjilat ludahnya sendiri dia berniat untuk mengadaptasi sebuah kisah paling terkenal tentang empat kura-kura ninja, Teenage Mutant Ninja Turtles.Secara singkat dan sederhana untuk film pertamanya ini (terlepas kemungkinan sequel-nya) menceritakan tentang kelahiran empat kura-kura, yaitu Raphael (Alan Ritchson), Michelangelo (Noel Fisher), Leonardo (Pete Ploszek/Jhonny Knoxville, dan Donatello (Jeremy Howard) yang berusaha mengalahkan villain bernama Shredder (Tohoru Masamune) akibat penyerangan dadakan dan melukai guru sekaligus ayah bagi mereka, Splinnter (Danny Woodborn/Tonny Shalhoub), yang merupakan seekor tikus hasil eksperimen sama seperti mereka. Dibantu oleh April O’Neil (diperankan oleh Megan Fox) dan Fernon Venwick (diperankan oleh Will Arnett) mereka berusaha mencegah rencana jahat Shredder dan bawahannya, Erick Sacks (William fichtner).

 

Film ini ditulis oleh Josh Appelbaum, Andre Nemec, dan Evan Daugherty. Dimana Appkebaum dan Nemec sebelumnya telah bekerja sama di Mission Impossible: Ghost protocol sementara Daugherty telah terkenal akibat menulis naskah di film Divergent. Dengan mengusung nama besar seperti itu seharusnya film yang diangkat dari cerita klasik ini seharusnya dapat menjadi sebuah kisah yang agung namun tampaknya efek terbesar dari Michael Bay sebagai produser malah menghancurkan potensi ketiga penulis tersebut dan membuatnya menjadi cerita cheesy yang ditutup dengan hela napas dan berlalu begitu saja.

Film ini berakhir dengan sangat cepat namun sejujurnya lebih baik dari film sebelumnya, Transformer 4 yang bahkan tidak sanggup diulas oleh saya akibat keabsurdan parah ceritanya. TNMNT sendiri sebenarnya tidak terlalu gagal dalam pengeksekusiannya cuman sebuah ekspektasi yang besar terhadap film ini pun menghancurkan semuanya (mengingat kembali tiga nama besar dibaliknya). Formulanya masih biasa untuk alur cerita sama sekali tidak ada yang baru, ala-ala heroik biasa namun tetap gagal dari segi komedinya yang bahkan hanya mampu mengerinyitkan mata, apabila disandingkan dengan komedia khas ala Marvel jelas jauh.

 

Berbicara panjang lebar terkait film ini sama saja membuang waktu. Film TMNT masih dapat dinikmati dimalam senja atau sore hari bersama kawan dengan tertawa dan menanti aksi-aksi laga yang biasa saja tidak lebih dari itu. Bukan sebuah film yang patut dikenang atau bahkan ditunggu sequel-nya setidaknya dia mampu mengisi keboringan bioskop yang filmnya itu-itu saja sembari menanti Guardian of The Galaxy keluar di Indonesia.

 

05

Advertisements

2 thoughts on “REVIEW “TEENAGE MUTANT NINJA TURTLES” (2014)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s