REVIEW “SHORT TERM 12” (2013)

Grace and Mason (Source: imdb.com)

Grace and Mason (Source: imdb.com)

Short Term 12 menceritakan tentang Grace (diperankan oleh Brie Larson) yang merawat dan menjaga anak-anak disebuah panti rehabilitasi bernama Short Term 12, khusus anak-anak dengan menderita gangguan psikis akibat kekerasan oleh orang tua, dsb. Grace bersama dengan patner kerja dan kekasihnya, Mason (diperankan oleh John Galaggher Jr.) berusaha untuk merawat mereka serta dengan rekan lainnya.

Short Term 12 berfokus kepada tokoh Grace yang sama sekali tidak mau membongkar masa hidupnya hingga akhirnya bertemu dengan Jayden (diperankan oleh Kaitlyn Dever) dimana mereka merasa mempunyai keterikatan perjalanan hidup yang sama. Sebuah kisah tentang gurita yang memberikan dirinya untuk dimakan oleh seorang hiu akibat rasa sayang sebagai sahabat membuat Grace menyadari bahwa Jayden tidak berbeda dengan dirinya. Merasakan perasaan takut, diintai hingga akhirnya takut untuk berbicara sama sekali.

Selain itu, Short Term 12 juga menceritakan tentang Marcus (diperankan oleh Keith Stanfield) yang mengalami kekerasan oleh ibunya sendiri dan berkali-kali berkelit bahwa dirinya hanya terjatuh dan akhirnya dia mengungkapkannya pada sebuah lirik lagu yang sangat menyentuh hati.

Short Term 12 ditulis dan disutradarai oleh Destin Daniel Cretton dengan memenangkan total 31 penghargaan film festival beserta 53 nominasi lainnya. Film ini sendiri memenangkan ‘audience award’ pada SXSW Film Festival 2013, tahun lalu. Selain itu festival lain yang telah diikuti dan meraih banyak sambutan positif baik penonton maupun para juri, sebut saja Athens International Film Festival 2013 ( best film), Independent Spirit Awards 2014 ( best editing), Seatte International Film Festival 2013 (nominasi best film, best actress, best director), etc.

Dalam mendapatkan perannya sendiri, Brie Larson pun mencoba untuk mendaftarkan dirinya sebagai volunteer untuk membantu anak-anak yang kurang beruntung di berbagai organisasi masyarakat dalam rangka mendapatkan riset untuk perannya namun amat sangat disayangkan semua organisasi yang di daftar menolaknya dan hal ini membuat kagum sang sutradara.

Film ini tidak seperti film yang bertemakan biasanya dimana ujung-ujungnya memancarkan kesedihan dengan menceritakan pengalaman-pengalaman pahit pada masing-masing karakter utama yang pastinya tentang abuse oleh orang tua ataupun bullying, dll secara frontal tetapi Short Term 12 memilih untuk menceritakannya secara satir dan bias, dimulai dari cerita anak-anak hingga lirik lagu yang dibuat oleh Marcus.

Brie Larson mampu memerankan tokoh Grace yang sebenarnya sangat fragile dan bahkan bisa dibilang harus bertemu dengan masa lalunya setiap saat namun tetap berusaha menghadapi itu no matter what mungkin didalam benaknya hingga detik demi detik akhirnya emosinya meluap ketika mendengar ayahnya akan bebas dari penjara ditengah-tengah dia yang bimbang untuk mempertahankan jabang bayi didalam rahimnya.

Grace and Mason (Source: imdb.com)

Grace and Mason (Source: imdb.com)

Semua tokoh bermain sangat luar biasa dan tidak satupun memancarkan kelemahannya. Kaitlyn Dever yang memerankan Jayden seakan seperti Grace kecil yang mengalami tindakan kekerasan oleh orangtua namun memilih diam karena rasa sayang kepada ayanya dan begitu pula Keith Steinfield yang malah hampir menjadi bintang di film ini. Kalau dia dapat porsi yang lebih besar tidak memungkinkan dia menutup pancaran sinar Brie Larson.

Komedi-komedi satir maupun gelap di dalam film ini lah poin kenapa film ini akan dikenang sangat lama oleh penontonnya. Terlalu banyak yang dapat diingat oleh film ini. Tidak dengan cinematography-nya, tidak dengan akting para pemainnya, tetapi murni akibat ceritanya, setiap tawanya, dan setiap kesedihan, guruan, ketakutan yang ditangkap dipenuhi gelak tawa mereka di dalam Short Term 12.

Poster Short Term 12 (Source: imdb.com)

Poster Short Term 12 (Source: imdb.com)

Short Term 12 sebenarnya bukanlah cerita yang bahagia, bukan pula cerita yang menyedihkan. Film ini hanya menceritakan tentang hidup dimana segelintir orang tahu dan melihat dengan mungkin sebelah ataupun bahkan pelupuk mata saja. Kita harus memperhatikan setiap dialog, tutur, dan raut wajah setiap tokoh maupun karakter yang ada hingga akhirnya kita tenggelam kedalam perasaan mereka yang terpenjara dengan tindakan yang kasar, semena-mena maupun tidak bermoral yang terpaksa mereka tutupi akibat rasa sayang mereka kepada orang tuanya dengan menganggap mereka hanya tidak tahu bagaimana mengungkap perasaan sayang kepadanya hingga akhirnya mereka tidak tahan dan berani melawan namun berakhir pada ketakutan dan menganggap bahwa hidup mereka dijadikan bahan tontonan, bahan pelajaran bagi mereka yang tidak tahu apa rasanya menjadi seseorang yang tidak memiliki kehidupan normal.

Menonton Short Term 12 seakan ditampar bukan tentang bagaimana kita belajar tentang hidup tetapi bagaimana kita yang berusaha belajar tentang hidup namun malah menjadikan orang yang kita jadikan pelajaran hanyalah objekan sesaat yang sebenarnya tak pernah terlihat oleh kita. Lagi-lagi kita hanya ingin tahu bagaimana rasanya untuk memiliki hidup tidak normal.

 

It don’t matter now, damn near 18…

All the pretty pictures in my fucking head is faded

And when I think about that trick that raised me,

I think about sick, because the bitch is crazy.

 

Fuck that bitch, nigga, fuck that pain

Your body’s in a ditch inside

This turned up brain

 

I mean, I can’t see how you claim, you being ma?

Doctors snatched me out the snatch of pure evil with eagle claws.

Ho, ho, ho, slut, fuck the way you want it.

 

Got your young, dumb son pitching pigeons for money

I mean, its colder than bitch when it sunny

Blows raining down on the glow

Got the nerve to tell me you love me?

 

I said, again? Again? Sell it again?

Bitch, im 10.

 

Let me go outside and fuction with friends.

You say you ma? You mother?

You father fucking- queen?

 

I say, all right, I love her so I flip it again.

No, not this time bitch, because im stronger than you.

 

Not this time, bitch, swinging harder than you.

No, not this time bitch, you ain’t me leave a choice.

 

You just body in a ditch in the brain of boy…

 

All fucked up now, damn near 18.

All the pictures in my past ain’t never fading.

 

Im always wishing something for amazing, but when

Your life is shit it ain’t no trading.

 

So put me in your book so you know what it’s like to live a

Life not knowing what a normal life’s like….

 

Put a label on my head so you know what it’s like to live a

Iife not knowing what a normal life’s like.

 

Look into my eyes so you know what it’s like …

Look into my eyes so you know what it’s like …

Look into my eyes so you know what it’s like …

 

Life not knowing what a normal life’s like …. [-Marcus]

 

10

 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s