REVIEW “THE HUNGER GAMES : MOCKING JAY – PART1” (2014)

     Spoiler Alert

President Snow ( Donald Sutherland)

President Snow ( Donald Sutherland)

Katniss Everdeen (Jennifer Lawrance) terbangun di sebuah rumah sakit ditemani oleh Primrose Everdeen (Willow Shields). Katniss yang telah mengakhiri masa quartal The Hunger Games menyadari bahwa dirinya telah kehilangan Peeta Mellark (Josh Hutcherson) dan tengah berada di Distrik 13 yang seharusnya telah lenyap akibat membangkang kepada Capitol. President Alma Coin (Julianne Moore) sebagai pemimpin Distrik 13 dijanjikan oleh Plutarch Heavensbee (Phillip Seymour Hoffman) bahwa Katniss akan membantu mereka untuk menjadi tokoh propaganda “Mocking Jay” sebagai wujud kaum resisten yang menolak Capitol serta Presiden Snow (Donald Sutherland). Katniss yang pertama kali enggan membantu setelah melihat apa yang terjadi pada Distrik 12 merasa bahwa tindakan Capitol telah melebihi batas dan bersumpah akan menjatuhkan mereka semua tetapi bukan Katniss apabila tidak mengambil kesempatan kepada President Alma Coin, dia meminta agar Peeta dihapuskan kejahatannya dan diselamatkan barulah dia akan membantuk Distrik 13 untuk menjadi “Mocking Jay”.

Mocking Jay adalah bagian ketiga dari film The Hunger Games dimana menjadi dua bagian. Bagian pertama telah ditanyangkan pada November silam. Based on book nya Mocking Jay akan menceritakan tentang pertama, katniss menjadi simbol “Mocking Jay” lalu kedua, Katniss yang masuk kedalam medan perang antar tiap distrik. Tampaknya, Suzanne Moore tidak hanya menaruh unsur tiga babak dalam setiap bukunya tetapi memainkan unsur tiga babak pada penceritaan setiap buku. Ketika kita melihat film pertama akan sangat merasakan bagaimana tokoh Katniss dan The Hunger Games diperkenalkan lalu pada film keduanya berlanjut bagaimana konflik akan dibangun antara Capitol dan peserta The Hunger Games yang merepresentasikan setiap distrik mereka sehingga kobaran perang pun memuncak hingga wajar apabila film terakhir dari The Hunger Games akan begitu gelap serta suram dan padat.

Berdurasi sekitar 123 menit membuat The Hunger Games:Mocking Jay – Part 1 menjadi film terpendek diantara dua film lainnya. Seperti telah dikisahkan sebelumnya kisah ini begitu suram diantara lainnya tidak ada lagi penuh dengan romansa young-adult ketika setiap karakter dalam film ini berubah menjadi sosok yang beringas namun juga rentan. Jennifer Lawrance tampaknya lagi-lagi mampu membuat semua orang terkesima dengan karakter Katniss yang dimainkannya apalagi ketika membawakan lagu ‘The Hangging Tree’ dengan membuat mungkin semua penonton terenyuh akan apa yang dihadapi oleh Katniss melalu setiap bait makna didalam lirik lagu tersebut.

Katniss (Jennifer Lawrance)

Katniss (Jennifer Lawrance)

Katniss bukanlah tokoh heroic di dalam cerita ini melainkan sebagai tokoh yang dimana dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang mengharapkan rebellion berhasil. Dia adalah korban perang yang paling mengalami kerusakan secara mental dan fisik setelah dirinya hancur pada quartal The Hunger Games dia dipaksa untuk menjadi simbol perang yang mengharuskan dirinya diliput, dilihat, dan dipertunjukkan kepada orang banyak walau dia tidak menginginkan itu terlepas dari apa yang sebenarnya sedang dia hadapi.

Ketika kebahagian satu-satunya adalah Peeta Mellark ternyata dia telah menghilang dan menjadi tokoh netral pada Capitol dan bahkan menyuruh membatalkan perang dan menganggap bahwa Katniss telah mengalami brainwashed sehingga menurut untuk menjadi simbol perang.

Pengadaptasian dari buku kepada novel ini mungkin adalah salah satu dari yang berhasil (setelah Harry Potter,mungkin). Sebagai seorang pembaca dan penonton The Hunger Games mungkin merasakan sebuah ekspektasi yang luar biasa karena begitu banyak hal-hal diluar dugaan yang muncul pada film ini.

 Effie Trinket (Elizabeth Banks

Effie Trinket (Elizabeth Banks

Pertama, kemunculan Effie Trinket (Elizabeth Banks) di film ini sebagai penata rias Katniss yang seharusnya tidak ada dan muncul ketika Katniss di medan perang. Permintaan tokoh Effie Trinket ini pun akibat Suzanne Moore yang setelah melihat The Hunger Games pertama dan kedua tidak ingin tokoh ini hilang begitu saja dia menganggap bahwa tokoh ini kuat dan harus ada di setiap cerita sebagai sosok orang Capitol yang begitu menyayangi Katniss Everdeen.

Kedua, penyelamatan Petta Mellark dan Johanna Mason (Jena Malone) yang pada bukunya hanya tersirat namun digambarkan secara lengkap tentang prosesi penyelamatan.

Penambahan serta pemotongan pada film ini begitu memperhatikan unsur-unsur cerita yang sangat kuat dan dengan pertimbangan yang mungkin sangat matang karena pada akhirnya tidak sama sekali mengurangi isi buku dan memperburuk kualitas namun malah mungkin membuat film ini jauh lebih kuat dari buku itu sendiri.

Secara visualisasi juga begitu sangat luar biasa, ketika bak film pertama dan kedua hanya berada disetiap sudut arena sekarang banyak visual yang menggambarkan kengerian akibat perang dengan ratusan atau puluhan juta penduduk Distrik 12 terbakar habis bersama tanah tempat mereka lahir dan Katniss hanya termenung melihat apa yang telah dilakukan oleh Capitol akibat ulahnya di arena quartal.

Plutarch Heavensbee (Phillip Seymour Hoffman)

Plutarch Heavensbee (Phillip Seymour Hoffman)

Film ini tidak serta merta mengalami gangguan dengan kematian Phillip Seymour Hoffman yang memerankan Plutarch Heanvensbee diakhir syuting menyebabkan mereka harus menambah waktu membuat digital sosok Plutarch yang tidak mungkin mereka ulang semua adegan. Dalam film ini pula sosok Haymitch Abernathy (Woody Harrelson) porsinya sangat kurang dengan menggambarkan sosok penggerak Katniss untuk maju menjadi simbolik “Mocking Jay”.

President Alma Coin (Julianne Moore)

President Alma Coin (Julianne Moore)

Melihat jajaran pemain tampaknya tidak begitu banyak yang dapat dikhawatirkan apabila dilihat dari sudut pemain yang mengusung nama besar pada tokoh baru, yaitu Julianne Moore memerankan President Alma Coin, Natalie Dormer memerankan tokoh sutradara, Cressida dimana telah akrab atas perannya sebagai Margaery Tyrell.

Posisi penyutradaan pun kembali ditempati oleh Frances Lawrance yang sebelumnya telah memegang The Hunger Games: Catching Fire. Dia pun telah akrab sebelumnya pada film Constantine (2005), I Am Legend (2007) dengan duduk diposisi sutradara juga.

IF WE BURN.. YOU BURN WITH US

09

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s