ESSAI : RINGKASAN SEJARAH PERFILMAN DUNIA

Era sebelum tahun 1895

     Perkembangan awal mula film berkembang dimulai dengan adanya The Magic Lantern ditahun 1761 yang pada perkembangan selanjutnya The Magic Lantern tersebut digunakan untuk memvisualisasikan beberapa still image yang dibuat menjadi seperti cerita drama.

      Pada tahun 1876 Eadweard Muybridge (1830-1904) membuat 16 frame gambar kuda yang sedang berlari dengan menggunakan Praxinoscope buatan Emilie Reynold (1844-1918) dan menjadikan gambar bergerak tersebut sebagai gambar bergerak pertama di dunia. Pada perkembangan selanjutnya ditahun 1888 ketika Muybridge bertemu dengan Etienne Marrey (1830-1904) di Eropa, Marrey menyampaikan kepada Muybridge tentang masalah dia terkait tentang gambar pergerakan burung yang diambilnya terhambat akibat pergerakan burung yang terlalu cepat sehingga pergerakan gambar mengalami perloncatan antar gambar satu dengan gambar lainnya. Pada tahun itu pula terdapat kemunculan roll film yang dipasarkan oleh perusahaan The Eastman Kodak yang ternyata memungkinkan Marrey untuk mengambil gambar berkesinambungan dalam waktu yang panjang secara berurutan dan disesuaikan dengan lajur film. Ditengah-tengah itu Thomas A. Edison membeli gambar milik Muybridge dan menunjukkannya kepada assitennya, William K.L.Dickson.

     Pada tahun 1890, Dickson berhasil mengambil gambar berurutan dengan cepat hingga mencapai 40-frames-per-second dan dia mematenkannya sebagai teknik kinetograph dan selanjutnya di july 1891, Edison mematenkan alatnya yang bernama kinetoscope. Bersama dengan Dickson pada Februari 1893 Edison membangun Edison Laboratorium yang lebih dikenal dengan Black Maria. Pada April 11, 1894 kinestoscope pertama Amerika dipublikasikan di New York City. Hanya dengan 25 cent orang-orang dapat menonton 10 film hitam putih yang berbeda sepanjang 90 detik, termasuk “trapeze,”, “Horse Shoeing,” “Wrestlers.” And “Roosters.”

     Hingga pada akhirnya, kemunculan kinetoscope mempengaruhi perkembangan industri kinetograph selanjutnya ditandai dengan dibangunnya perusahaan Kinetoscope pada Agustus 1894 yang didirikan oleh Messrs Raff dan Gammon.

    Namun Kinetoscope sendiri belum sempurna hingga banyak orang-orang yang mulai berusaha untuk menyempurnakan Kinetoscope-nya yang dimulai dari Henri Jolly yang membuat alat bernama Photozootrope. Dibandingkan dengan Kinetoscope yang hanya dapat digunakan oleh satu penonton, Photozootrope mempunyai empat lubang digunakan oleh penonton untuk menonton dimana alat tersebut dapat menanyangkan dua film sekaligus. Dan perkembangan selanjutnya yang memenangkan penyempurnaan Kinestoscope adalah Lumière brothers yang mengkombinasikan Kinetoscope dengan The Magic Lantern.

Era Awal Munculnya Film

     Louis Jean (1864-1948) dan Auguste Marie Louis Nicholas (1862-1954) atau yang lebih dikenal dengan Lumière brothers mematenkan alatnya, yaitu Lumière Cinèmatographe pada Februari 1895 dan sepanjang tahun 1895 itu pula Lumière brothers membuat sebuah film pertama didunia berupa dokumenter singkat berjudul La Sortie des usines Lumière à Lyon” yang diputar di Boulevard des Capucines, Paris, Prancis pada tanggal 28 Desember 1895 yang kemudian ditetapkan sebagai hari lahirnya sinematografi.

     Empat bulan setelah Lumière brothers menayangkan film dokumenternya La Sortie des usines Lumière à Lyon”, Edison menyelenggarakan premier film amerika pertama dengan menggunakan kamera yang dikembangkan dan ditingkatkan oleh penemu independen bernama Thomas Armatt. Edison menamai mesin baru itu Vitascope dan pertunjukan film amerika pertama pada 23 April 1896, di Koster and Bial’s Theather di New York, Edison duduk di kursi kotak dan Armat menjalankan mesinnya dari balkon.

Perkembangan Film

   Pada tahun 1897 di prancis didirikanlah teater pertama di dunia oleh Lumières yang kemudian diikuti oleh inggris pada tahun 1904 di Bishopsgate,London. Di 1908 teater pertama di Britanian khusus untuk pertunjukan film, The Tiny Central Hall, Colne, Lancashire telah dibangun yang kemudian akhirnya diikuti oleh negara-negara lainnya.

     Film mencapai masa keemasan dan kemajuan yang sangat besar pada awal tahun 1910. Ditandai dengan lahirnya film bisu yang hitam-putih. Pada masa tersebut merupakan masa kejayaan Charlie Chaplin (1889-1977) yang terkenal lewat filmnya City Lights (1931) dan Modern Times (1936) namun ketika akhirnya alat rekaman sound untuk mengsinkronkan audio dengan film ditemukan, yaitu phonograph pada tahun 1920. Film berkembang yang pada mulanya hanya diiringi music akhirnya dapat memiliki dialog disetiap pemainnya.

     Film tetap hitam-putih hingga dimulai pada tahun 1930, film memiliki warna dan terdapat dua filmmaker, yaitu George Mèliès dan Edwin S. Porter yang menginovasikan film dengan mengubah film menjadi sebuah seni tak sekedar hanya dokumenter saja.

Era Film Masa Sekarang

     Film pada masa sekarang mengalami kemajuan yang sangat besar, film tidak hanya sebagai seni namun sudah menjadi media komunikasi. Kemajuan teknologi juga telah memengaruhi film itu sendiri dengan adanya konvergensi media dan digitalisasi media, yang akan dibahas pada bab selanjutnya

Sumber

dkk., F. (2013, November 26). Sejarah Film Dunia. Retrieved from Official Blog Fardan dkk.: http://fardandkk.blogspot.com/2013/01/sejarah-film-dunia_3077.html

Robinson, D. (1973). The History of World Cinema. New York City: Scarborough House.

Yahnke, R. E. (2013, November 26). Cinema History. Retrieved from aipcinema.com: http://www.aipcinema.com/ficheiros/Conteudos/CINEMA_HISTORY.pdf

TIM PENULIS

Kukuh Giaji

Rahmadayu Febrina

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s