Ash vs Evil Dead : Kembalinya Franchise The Evil Dead dalam format Serial Televisi

Poster Ash vs Evil Dead

Poster Ash vs Evil Dead

The Evil Dead adalah salah satu franchise horror yang setidaknya telah menghasilkan trilogi original, yaitu The Evil Dead (1981), Evil Dead II (1987), dan Army of Darkness (1992) jangan lupakan pada tahun 2013 oleh Fede Alvarez dibangkitkan kembali franchise ini dalam bentuk remake berjudul Evil Dead yang juga diproduseri oleh Sam Raimi (kreator original ‘The Evil Dead’) dan Bruce Campbell (pemeran Ash dalam trilogi ‘The Evil Dead’). Tidak hanya dalam medium film saja tetapi franchise ini sempat dihidupkan dalam bentuk Drama Komedi Musikal di panggung Broadway berjudul Evil Dead: The Musical pada tahun 2006, beberapa puluh buku komik, hingga enam video games.

The Evil Dead setidaknya adalah satu dari sekian banyak jenis cult film yang ada di dunia. Memiliki fans base sendiri membuat cerita ini selalu diangkat ke permukaan dalam berbagai format dan kali ini sang kreator, Sam Raimi membawanya ke level selanjutnya, yaitu serial televisi bahkan bukan dalam bentuk remake atau prequel, seperti, Bates Motel (Prequel Pysho (1960) dalam bentuk mini series drama), dia melanjutkan kisah perjuangan Ash terhitung dari sejak tragedi awal di film pertama.

Setelah 34 tahun, Ash (diperankan kembali oleh Bruce Campbell) ternyata telah menghindar dan menutup rapat tentang peristiwa di sebuah kabin yang menimpa dirinya dan keempat temannya akibat ‘Book of The Dead’. Tetapi, akibat mabuk berat tanpa sengaja dia membuka dan melafalkan kembali kata-kata pada buku itu hingga membangkitkan roh-roh iblis yang kini berusaha untuk menemukan dan membunuhnya lagi. Berniat untuk kabur dan menghindar dari kejaran iblis ternyata malah membuatnya bangkit kembali menjadi sosok pahlawan bertangan gergaji mesin.

Ceritanya yang terkesan murahan ini adalah salah satu ciri khas dari ‘B Movies’, film kelas dua yang memiliki budget rendah tetapi seringkali dibuat dengan tema diluar logika dan sering  tergambarkan dalam film bergenre horror, thriller, slasher atau bahkan science fiction. Salah satu ‘B Movies’ yang paling melegenda adalah The Rocky Horror Picture Show (1975). Film ini mem-parodi-kan genre sci-fic dengan horror bahkan musical comedy dengan ide cerita bertemakan transeksual, homoseksual, hingga hubungan incest. Sama halnya dengan The Evil Dead yang memiliki campuran genre, yaitu horror, thriller, dan komedi serba ‘nyeleneh’. ‘Nyeleneh’ inilah yang menjadikannya unik. Bayangkan pada film pertamanya kita disuguhkan sebuah adegan dimana Cheryl (diperankan oleh Ellen Sandweiss) diperkosa oleh sebuah pohon atau akar pohon —Pada film merujuk seolah-olah Hutan lah yang memperkosa dirinya. Adegannya secara close up memperlihatkan bagaimana akar-akar pohon-pohon itu menjerat tubuh Cheryl, merabanya dan hingga menyetubuhinya (akar pohon itu masuk melalui sela-sela paha hingga kemaluannya). Tidak masuk akal?, jangan khawatir karena kebanyakan memang ‘B Movies’ sering mendobrak nilai-ilai yang ada dan menawarkan inovasi didalamnya. Baik dalam hal cerita, sinematografi dan lain sebagainya. Tidak jarang juga ‘B Movies’ sering dianggap bad taste oleh beberapa orang namun nyatanya jenis film murahan ini malah dianggap sebagai cult movies. Sebagai buktinya, siapa yang tidak mengetahui Texas Chainsaw Massacre (1974) yang merupakan film horor low budget paling fenomenal dan mampu menginspirasi film-film horor lainnya bahkan mungkin ‘The Evil Dead’ itu sendiri. Senjata utamanya dalam membunuh adalah gergaji mesin yang sering kita jumpai pada film-film bertema sejenis: sekelompok anak muda tersesat dan tahu-tahu terjebak dalam rangkaian adegan horor pembunuhan oleh seorang kanibal. Eksploitasi kekejaman pada film ini begitu luar biasa hingga ditolak di beberapa negara sekaligus saat perilisannya. Pola kekejaman itu dapat kita temukan pada semua film ‘The Evil Dead’ yang penuh dengan potongan tubuh beterbangan hingga darah mengalir deras dan kencang keluar dari tubuh manusia. Sekali lagi ditegaskan itu semua sama sekali diluar nalar logika kita.

Ketika ditanyakan apa alasannya menghidupkan kembali The Evil Dead franchise ini dia menjawab bahwa ini didedikasikan untuk fan dari fillm Evil Dead yang terus selalu mempertanyakan kapan kelanjutan kisah Ash dan menginginkan Bruce Campbell berperan kembali sebagai Ash.

“There’s a small but very dedicated fan base for the Evil Dead films. At every other film promotion we’d do throughout the years, we kept hearing, “When’s the next Evil Dead film?” We tried to satisfy them by doing a remake with a really good filmmaker, Fede Alvarez. I really liked his movie. I think the audience really liked it, too. We thought that would end it. It didn’t. We heard, “That’s good, but we really want to see Bruce Campbell playing that role again.” That’s why we’re making this. We’ve never done this before, where we’re answering the fans.” (baca juga: rottenttomatoes)

Inilah yang kemudian menjadi tantangan Sam Raimi untuk kembali menghidupkan kisah yang telah dinantikan oleh banyak penggemarnya. Apakah dia mampu membawa kembali kisah klasik dengan kekejaman dan tumpahan darah yang kini hadir dalam bentuk serial televisi?.

Serial Ash vs Evil Dead

Ash vs. Evil Dead mengudara untuk pertama kali pada 31 Oktober 2016 bertepatan dengan perayaan malam Hallowen. Episode pertamanya berjudul El jefe disiarkan oleh premium cable channel Starz ini langsung mendapatkan rating 96% dari Rotten Tomatoes, situs kritik dan rating film. Pada episode El jefe kita dipertemukan kembali oleh tokoh Ash yang kini bekerja di department store dan telah kehilangan kepercayaan dirinya. Setidaknya sepuluh menit pembukaannya bisa diakui sangat ‘sakit’ dan ‘nyeleneh’ dimana Amanda Fisher (diperankan oleh Jill Marie Jones), seorang anggota polisi lokal bersama dengan rekannya hendak menginvestigasi sebuah rumah yang dilaporkan terdengar teriakan wanita meminta pertolongan. Ternyata, wanita tersebut sebelumnya tengah mabuk berat bersama Ash dan juga melafalkan kata pada ‘Book of The Dead’ berbunyi: “Khanda…Tranya…Ver-a-ta…Me-ser-ta…Me-stro-bean.”. Suara sirine khas itu kembali menggaung dan membangkitkan para roh iblis jahat. Amanda dan rekannya tersebut diserang oleh wanita yang telah kerasukan iblis itu.

Semuanya terasa begitu klasik dimulai dari gaya sinematografi, penampilan karakter yang dirasuki oleh roh iblis, tawa nyaring para iblis, hingga kepala berputar dan darah bermuncratan dimana-dimana. Jangan lupakan, adegan tipu daya iblis begitu memabukkan yang begitu kental dengan film pertamanya. Atau mungkin bad jokes yang selalu menjadi ciri khas film ini. Rasanya memang begitu padat sekali episode pertama dengan menampilkan semua identitas yang ada pada film-film sebelumnya tetapi inilah kelebihannya dan mungkin perolehan penonton dan rating membuat serial televisi ini langsung mendapatkan lampu hijau untuk musim keduanya.

Tokoh baru pun mulai bermunculan, Pablo (diperankan oleh Ray Santigo) adalah orang yang membuat Ash bangkit kembali dengan memberikannya julukan El jefe. Kata itu sendiri memiliki arti: “The man would rise to stand against evil”. Serta, Kelly (diperankan oleh Dana DeLorenzo), wanita yang kedapatan menyimpan rahasia dan mencuri ‘Book of The Dead’ dari Ash.

Tampaknya Sam Raimi akan mampu mempertahankan nuansa originalitas cerita dari ‘The Evil Dead’ sebagai sebuah flm klasik. (Baca juga: 5 Reasons To Watch Ash vs Evil Dead)

Ash vs Evil Dead (TV Series) | 2015 – | Season 1 | Total Episode: 10 | Durasi: 40 menit / episode | Kreator: Sam Raimi | Channel: Starzz | Pemeran Utama: Bruce Campbell, Ray Santiago, Jill Marie Jones, Dana DeLorenzo, Lucy Lawless | TV Season Info by Rotten Tomatoes: When a plague threatens mankind, a chainsaw-handed hero reluctantly re-ups to save the world in this sort-of sequel to the 1981 cult horror film.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s