Parasyte Part I / II: Monster Yang Cinta Lingkungan

Parasyte

Shinichi and Ryoko (Still Image Parasyte: Part 2)

Shinichi Izumi yang tengah terlelap mendadak terbangun ketika suatu mahluk berbentuk cacing mendarat di tubuhnya, berusaha melarikan diri namun mahluk tersebut ternyata dapat memasuki tubuhnya melalui sel kulit tangannya. Keesokan harinya, semua yang dianggapnya mimpi sirna seketika lantaran tangan kanannya telah bermutasi menyerupai kepiting dengan satu bola mata.

Setidaknya, Shinichi haruslah bersyukur karena apa yang dialaminya tidak se-mengerikan dengan penduduk lain yang diambil alih oleh monster itu, karena mereka masuk melalui jaringan otak dan mengambil alih semua fungsi tubuh hingga pikiran atau dengan arti kata para monster tengah mencari tubuh yang dapat dijadikan mereka sebagai tempat bernaung. Menariknya lagi, mereka memakan manusia sebagai sumber kehidupan. Para monster ini kemudian disebut sebagai parasyte karena hanya dapat hidup bergantung pada tubuh manusia.

Live Action Based on Manga

PARASTYE - SHINICHI AND MIGI

PARASTYE – SHINICHI AND MIGI

Film yang disutradari oleh Takashi Yamazaki ini diadaptasi dari sebuah manga berjudul sama, Parasyte. Akhir-akhir ini manga memang sering dijadikan live action, seperti trilogi Rurouni Kenshin, diangkat dari manga Samurai X yang cukup menjulang kesuksesan dengan popularitas luar biasa bahkan dapat dikatakan sebagai salah satu live action terbaik hingga saat ini. Sebaliknya, Shingeki No Kyojin yang diangkat dari manga berjudul sama atau dalam bahasa inggrisnya Attack on Titan cenderung menuai kritik negatif pada fans yang kecewa karena dianggap terlalu jauh dengan manga-nya. Parasyte sendiri live action nya terbagi menjadi dua bagian, yaitu Part 1 dan Part 2, menceritakan tentang perjalanan Shinichi dan Migi, parasyte yang bersemayam pada tubuhnya.

Invansi Alien: Kritik Pedas Untuk Perilaku Manusia

Cerita dimulai dengan ratusan mahluk berbentuk cacing memasuki permukiman penduduk di Jepang lalu merasuki tubuh manusia dan mengambil alih tubuhnya.  Ternyata diam-diam mereka telah merencanakan untuk meng-invansi bumi dengan menjadi tokoh-tokoh penting yang dapat mengontrol kepemerintahan, hal tersebut disadari oleh Shinichi dan Migi ketika mereka mencari Ibu Shinichi yang telah diambil alih oleh parasyte. Sementara itu, mereka berdua juga mengalami masalah dengan kehadiran guru baru di sekolah Shinichi, yaitu Ryoko Tamiya.

Disisi lain, akibat banyaknya kasus pembunuhan kanibalisme, maka para kepolisian setempat menamai kasus ini sebagai ‘Mincemeat murders’, mereka perlahan-lahan mulai mengungkap jati diri para parasyte serta mencari petunjuk untuk membedakannya dengan manusia yang belum diambil alih oleh parasyte.

Dibalik semua tindakan para parasyte adalah Ryoko yang menjadi pemimpin mereka dan mencari tahu alasan mengapa mereka bisa ada di dunia, karena mereka tidak memiliki perasaan dan konsep asal mula kehidupan. Tetapi dibalik semua itu mereka lebih peduli akan bumi bagaimana mereka melihat manusia dengan kejamnya menghancurkan lingkungan begitu seenaknya.

Seperti apa yang diungkapkan oleh Ryoko, “If the human population were to be halved. Would the number of forest being burned off also be halved?; if the human population became 1/100 of what it is today..would the waste product also became 1/100 of what it is today?; Someone on this earth thought of this just for moment.

Untuk menyatukan bangsanya dengan manusia, Ryoko pun melakukan berbagai macam eksperimen hingga membuat dirinya hamil untuk melihat apakah hasil cabang bayinya yang ternyata adalah seorang manusia. Lantas, apa mereka sebenarnya?

Sadistic dan Gore Yang Kuat

Parasyte Part I maupun II jelas mengandung konten dewasa dengan berbagai macam adegan menyeramkan, unsur slasher nya lumayan kuat dan mencukup menjadi hiburan bagi mereka yang rindu akan kisah-kisah film kelas B semacam ini. Walaupun diadaptasi dari manga, setidaknya saya sebagai penonton merasa enjoy menontonnya karena tidak ada lebih dan kurang pada film ini, semua terasa pas pas saja. Walau ada beberapa pertanyaan kekurangan disana-sini setidaknya nuansa segar live action bisa kembali terasa.

Parasyte (Part I and II) | 2014 – 2015 | Durasi: 109 menit (part I) and 117 menit (part II) | Sutradara: Takashi Yamazaki | Produksi: Dentsu, GyaO, KDDI Coorporation | Negara: Jepang | Pemeran: Shota Sometani, Eri Fukatsu, Ai Hashimoto, Sadao Abe | Bahasa: Jepang

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s