Goosebumps: Naratif Autobiografi Milik R.L Stine

GOOSEBUMPS

Dari Kiri: R.L Stine (Jake Black), Zach (Dylan Minnete), Champ (Ryan Lee), and Hannah ( Odeya Rush).

Film yang diadaptasi dari buku seri horor remaja berjudul sama karangan R.L Stine ini tidak seperti kebanyakan film adaptasi lainnya, Goosebumps membuat jalan cerita berbeda dengan memanfaatkan bermacam karakter monster di dalam bukunya dengan karakter Stine sebagai tokoh utama. Film ini diarahkan oleh Rob Letterman yang sebelumnya telah dikenal dengan Gulliver’s Travels yang juga dibintangi Jack Blake.

Cerita dimulai ketika Zach pindah ke kota kecil, Madison bersama dengan ibunya, Amy. Zach yang tidak merasa nyaman di sekolah barunya bertemu dengan Champ. Sementara itu, dia telah berkenalan dengan Hannah, tetangga rumahnya yang terlihat dipenjarakan bahkan kemungkinan mengalami tindak kekerasan oleh ayahnya. Pada suatu malam, tanpa sengaja ia dan Champ membuka satu buku berisi manuskrip serial Goosebumps. Ketika buku itu terbuka mereka ternyata telah melepaskan monster ke dunia nyata. Diketahui kemudian, ayah Hannah adalah R.L Stine, sang kreator seri Goosebump yang sengaja mengunci monster-monster ciptaannya dalam buku.

Naratif Autobigorafi Yang Unik

Walaupun mengambil jalan cerita yang baru tampaknya tutur cerita pada film ini tidaklah begitu original karena mengambil konsep persis dengan Jumanji. Bedanya hanya pada perangkat yang digunakan  dan apa yang dikeluarkan. Setidaknya tidak seperti Zathura: A Space Adventure yang terang-terangan menjiplak JumanjiGoosebumps masih dapat dinilai lebih segar dan bahkan menyenangkan untuk dinikmati.

Salah satu daya tarik adalah menjadikan film ini semacam autobiografi bagi Stine. Pada salah satu adegan diceritakan bagaimana ide awal ia dapat membuat beragam karakter monster yang sebenarnya adalah teman khayalannya ketika masa kanak-kanak. Dia yang terkekang oleh tubuh yang lemah membuatnya berimajinasi untuk menciptakan berbagai macam monster dengan aneka kisah menyeramkan. Karena keinginan yang begitu kuat akhirnya para monster ciptaannya menjadi nyata dan meneror penduduk tempat tinggalnya. Para monster yang diciptakannya sendiri ternyata tidak lain adalah sisi kepribadian Stine yang lain.

Stine digambarkan sebagai sosok yang antisosial. Sifat arogan dan egoisnya seringkali dipertunjukkan pada film ini. Tetapi tidak serta merta dapat dibilang apakah memang karakter asli Stine demikian, karena film semacam ini memang sering menempatkan tokoh utamanya sebagai pribadi menyebalkan. Sebut saja karakter Alan Parrish. Berbagai kesamaan dapat kita temukan pada mereka berdua, terlebih lagi susunan babak penokohan, karakter mereka yang pelan-pelan berubah dari tidak peduli menjadi peduli, dari bukan siapa-siapa menjadi pahlawan. Sudah lumrah dijadikan resep pada film keluarga sejenis ini.

Namun perbedaan utamanya jelas, Alan Parish adalah karakter rekaan sedangkan R.L Stine berangkat dari karakter nyata.

Horor Yang Aman

Goosebumps sejatinya adalah kisah horor yang dipenuhi dengan teror menakutkan tetapi pada filmnya semua serba bermain aman. para monster cukup terlihat menyeramkan namun tidak sampai membuat teror bagi para penontonnya. Padahal banyak orang yang dibuat tidak dapat tidur gara-gara membaca buku serinya.

Tokoh antagonisnya adalah Slappy, karakter monster yang menjadi pemimpin para monster pada film ini. Karakter ini muncul dalam seri berjudul Night of The Living Dummy. Dikisahkan Slappy menuntut balas kepada Stine yang telah mengurung dirinya dalam buku. Namun, inilah kelemahan terbesar film ini karena tidak pandai memberikan porsi seimbang untuk para monster. Sebut saja, anjing pembunuh manusia dalam seri The Barking Ghost atau manusia serigala dalam seri The Werewolf of Fever Swam hanya sekedar menjadi teman panggung sang tokoh antagonis. Malah lucunya si tokoh utama antagonis ini terlihat tidak memiliki kekuatan apapun sepanjang film berjalan.

Apalagi bila mengungkit kisah akhirnya dengan ‘super kutipan’ mengenai twist dimana merupakan karakteristik yang khas dari Stine pada setiap seri bukunya, yaitu akhir yang tidak bisa di tebak. Misal, seri The Ghost Next Door, bercerita mengenai gadis yang sedang mencari tahu tentang tetangganya yang baru pindah adalah seorang hantu atau tidak namun di akhir cerita ternyata gadis itu sendirilah yang hantu. Sedangkan pada filmnya justru twist-nya nanggung dan mudah ditebak. Murahan mungkin kata yang lebih pantas diberikan.

Goosebumps akhirnya menjadi kurang esensial karena ketidakberaniannya memunculkan ‘teror’ sebenarnya seperti halnya buku-buku serinya. Monster-monster dijadikan sebagai tempelan belaka. Sepanjang seratus menit hanya tersaji adegan kejar-kejaran tanpa ketegangan yang kuat. Suntikan komedinya pun tidak begitu berkesan. Akhirnya cukup mengecewakan. Tetapi sebagai sebuah film keluarga dia masih dapat cukup menghibur.

Goosebumps | 2015 | Durasi: 103 menit | Sutradara: Rob Litterman | Produksi: Colombia Pictures | Negara: Amerika | Pemeran: Jake Black, Dylan Minnete, Ryan Lee, Odeya Rush | Bahasa: Inggris

Advertisements

One thought on “Goosebumps: Naratif Autobiografi Milik R.L Stine

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s