Master of None: Satir Rasisme Asia di Amerika

Master of None

Dari kiri: Dev (Azis Ansari), Rachel (Noel Wells), Denise (Leina Waithe), dan Arnold (Eric Wareheim)

Pasca berakhirnya Friends dan How I Met Your Mother tampaknya hingga kini belum ada lagi serial televisi yang benar-benar mampu membuat cerita yang manis dan menyegarkan walaupun belakangan banyak serial televisi dengan genre drama komedi yang mengangkat kisah kehidupan modern masa kini namun rasanya memang belum ada yang pantas menjadi penerus dua serial legendaris tersebut. Setidaknya Master of None yang merupakan serial terbaru dari Netflix mungkin dapat menjadi penyegar baru bagi mereka yang rindu akan cerita tentang persahabatan berbalut percintaan romantis tetapi juga dipenuhi akan berbagai isu.

Isu Rasisme dan Sexist di Amerika

Serial ini menceritakan tentang Dev, seorang aktor iklan komersial yang sering berkonstemplasi mengenai kehidupan di sekitarnya. Sebagai warga Amerika, ia yang memiliki darah Asia seringkali mengalami perilaku diskriminasi. Perilaku-perilaku tersebut disampaikan melalui satir pada serial ini.

Secara keseluruhan isi konten pada Master of None begitu cerdas dibuat oleh Azis Ansari dan Alan Yang. Azis yang juga berperan sebagai Dev, tokoh utama dalam serial ini membuat kisahnya sangat personal. Sebagai sebuah serial drama komedi, Master of None tidak melupakan komedi satirnya dan juga isu yang ingin dibahasnya, inilah yang menjadikan serial ini tidak dapat dilupakan begitu saja.

Seperti dalam episode ‘Parents‘ yang menceritakan hubungan antara ayah dan anak dalam pandangan etnis Asia. Dikisahkan, hubungan semacam itu memiliki konsep hierarkis, seorang ayah bahkan jarang atau tidak pernah sama sekali mengucapkan kata ‘bangga’ kepada anaknya berbeda dengan keluarga kulit putih yang identik dengan ‘keluarga hangat nan akrab’. Hubungan ini sejatinya dapat tercipta karena pengaruh lingkungan mereka berdua yang hidup di zaman yang berbeda. Dengan isu senyata dan se-serius itu, Azis dapat menyampaikannya dengan begitu lucu namun di waktu yang bersamaan dapat juga serius.

Sementara itu, karakter Dev sendiri adalah pribadi yang rasis juga karena kebanyakan lebih memilih berkencan dengan wanita kulit putih ketimbang wanita asia. Itu semua bukan karena faktor preferences belaka namun memang dikarenakan faktor lingkungan yang dihadapinya. Dalam episode ‘The Hot Ticket‘ ketika dia kebingungan memilih wanita yang hendak diajaknya berkencan dia masih sempat-sempatnya memikirkan penampilan hingga pergaulan wanita yang akan diajaknya dan pastinya harus etnis barat. She is hot or not? western or asian?. Atau dalam episode ‘The Other Man‘ dimana tokoh wanita yang dikencani olehnya adalah karakter yang “she is one of those girls who dates guys online for free food.

Diskriminasi terhadap etnis asia juga disampaikan pada episode ‘Indias on TV‘. Dev berkeluh kesah bagaimana warga asia jarang mendapatkan peran utama bahkan pada film The Social Network, Maz Minghella yang berperan sebagai warga india adalah seorang kulit putih.

If you go back far enough we’re all one-sixteenth something. I’m probably one-sixteenth black. You think they’re gonna let me play Blade?” – Dev

Isu Sexist juga dibahas dalam episode ‘Ladies and Gentlemen‘ mengenai minoritas kaum perempuan yang sering terabaikan. Jenakanya itu disampaikan hanya dalam adegan jabat tangan Brad Honeycutt. Cerdas dan impresif!, dua kata yang benar-benar mewakili mengenai konsep komedi berbalutkan isu sosial. Atau penggambaran cara kerja dunia komersil yang menuntut tubuh bagus dan proporsional. Semua benar-benar menakjubkan di tangan Azis.

Pada akhirnya, serial Master of None yang baru saja menyelesaikan musim pertamanya ini tidaklah menjemukan dengan cerita yang itu-itu saja ada tawaran baru yang diberikan kepada penonton. Sebagai sebuah drama satir juga dia tidaklah terlalu serius dalam menyampaikan ceritanya sehingga masih bisa dinikmati oleh berbagai kalangan. Komedinya jelas cerdas dan tidak membosankan. Tidak sembarang orang dapat menciptakan lawakan sekelas Azis ini. Friends dan How I Met Your Mother mungkin memang drama serial komedi terbaik saat ini tetapi dia tidaklah secerdas serial terbaru dari Netflix ini. Sepertinya tahun-tahun berikutnya Netflix akan mengusung nama menjadi salah satu pembuat serial televisi terbaik layaknya HBO.

Master of None | 2015- | Durasi: 30 menit/episode | Pencipta: Azis Ansari dan Alan Yang |Produksi: Netfliz | Negara: Amerika | Pemeran: Azis Ansari, Noel Wells, Leina Waithe, Eric Wareheim, Kelvin Yu | Bahasa: Inggris

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s