Deadpool: Karakter Anti Hero yang Anti Mati Gaya

Deadpool (2016) - Ryan Reynolds (Wade Wilson)

Deadpool (2016) – Ryan Reynolds (Wade Wilson)

[2016 / Resensi Babi Film] - Deadpool bukan sekedar karakter anti hero yang suka sarkastik tetapi dia juga karakter hero yang gangguan jiwa bahkan panseksual!. Melalui anti-hero ini kita bisa belajar bagaimana di era postmodern konsep superhero bukan lagi-lagi mengenai ke-relaberkobanan tetapi lebih dari itu dia bisa memiliki banyak arti, bisa nyeleneh hingga brutal. Ryan Reynolds juga akhirnya membayar peran buruknya di Green Lantern.

Dalam dunia fiksi konsep ‘The Hero‘ lebih dikenal dengan karakter protagonis yang mengemban kewajiban untuk menjaga perdamaian dunia dan biasanya berada dalam dua kegiatan antara keberanian dan pengorbanan. Tetapi di era postmodern ini konsep semacam itu sudah tidak berlaku bahkan cenderung menawarkan kebaruan dengan menampilkan sosok hero (pahlawan) yang memiliki cara pandang akan dunia sangat berbeda, sebut saja Maleficient atau Watchmen. Konsep hitam putih kini hampir tidak berlaku karena semua orang dapat mendefinisikan pahlawan dengan berbeda-beda maka dari itu dikenal bermacam karakter dengan julukan Anti hero – Pahlawan yang melakukan aktivitasnya dengan brutal, tanpa ampun dan kebanyakan merugikan banyak orang. Salah satunya adalah Deadpool yang merupakan alter ego dari Wade Wilson.

Cerita bermula dengan Wilson di diagnosa kanker stadium akhir yang lalu memutuskan menerima tawaran pengobatan untuk menjadikannya mutant. Ternyata hal itu berujung membawanya kepada penderitaan, dengan teknik pengobatan berbahaya agar merangsang adrenalinnya untuk membangunkan gen mutant di tubuhnya. Perseteruan antara dia dengan Ajax, ilmuan yang menangani dirinya membawa petaka. Laboratorium tempatnya dirawat terbakar dan naas dia ikut di dalamnya. Tentu saja kisah tidak berakhir sampai disini, kekuatan yang dimilikinya adalah menyembuhkan diri layaknya Wolverine maka dia kembali bangkit dari kematian dan berusaha membalas dendam kepada Ajax karena telah membuat wajahnya menjadi buruk rupa.

Pahlawan Banyak Gaya!

Deadpool / Wade Wilson adalah karakter superhero yang memiliki gangguan kejiwaan terutama dalam masalah personality disorder. Baik di film maupun komiknya karakter pahlawan satu ini sering berbicara sendiri seakan-akan menampatkan dirinya dalam panel komik dan sebagai tokoh utama di dalamnya. Motif balas dendamnya pun hanya karena wajahnya buruk rupa dan malu apabila kembali bertemu dengan tunangannya. Takut ditolak karena ia telah menjadi jelek!. Bahkan di awal film kita disuguhkan bagaimana sikap dari Wilson sendiri, yaitu memiliki rasa percaya diri berlebihan, sibuk dengan fantasi sendiri, dan berperilaku arogan juga sombong.

Maka jelas  memang Wilson memiliki Narcisstic Personality Disorder (NPD), gangguan psikologi ketika seseorang memiliki rasa percaya diri yang sangat tinggi untuk kepentingan dirinya dan juga rasa ingin dikagumi. Salah satu ciri paling kentara pada penderita gangguan ini adalah terlalu mendramasitir sesuatu, sering berpura-pura dan anti-sosial.

Sepanjang film berjalan Wilson hanya berada di lingkaran orang-orang terdekatnya, yaitu Weasel (pemilik bar dan terlihat sebagai teman dekatnya), Vanessa (tunangannya), Dopinder (supir taksi), dan Al si Buta (pemilik rumah tempatnya tinggal). Dia cenderung menjauhi komunitas semacam X-Men yang mengajaknya bergabung, yaitu Colossus dan Negasonic Teenage Warhead.

Selain itu, Deadpool adalah karakter pahlawan pertama yang difilmkan dengan orientasi Panseksual. Pemilik orientasi ini memiliki ketertarikan kepada orang lain tanpa memandang identitas gender atau jenis kelamin, berarti bisa saja tertarik pada laki-laki, perempuan, transgender, atau interseks. Akan tetapi, bukan berarti mereka menyukai semua orang. Beberapa panseksual memiliki preferensi fisik. Di tahun 2013, Gerry Dugan, pengarangnya mengkonfirmasikan melalui akun twitternya bahwa karakter anti-hero ini memiliki orientasi pansexual.

He said, “I’ve been dogged with the DP sexuality questions for years. It is a bit tiring. He is NO sex and ALL sexes. He is yours and everyone else’s. So not dismissive, but rather the epitome of inclusive”. [¹]

Deadpool and Spiderman di Komiknya

Deadpool and Spiderman di Komiknya

Walaupun di film pertamanya ini belum ada keterbukaan mengenai orientasi tersebut seperti dengan komiknya tetapi semoga saja keterbukaan itu bisa diberikan melalui sekuelnya yang telah diberi lampu hijau rumah produksinya, Twentieth Century Fox Production. Menarik bila membayangkan Deadpool berkencan dengan seorang pria. Dalam komiknya sendiri, dia seringkali menggoda spiderman dan beberapa karakter superhero lainnya. Sementara filmnya masih condong menghadirkan jokes seksualitas, seperti mencium pria dan tembakan tepat di duburnya.

Sang Sutradara sendiri Tim Miller telah mengkonfirmasikan melalui wawancara [²] bahwa Deadpool versi film akan pansexual dan ‘hyper seksual’. Karater ini sendiri juga memiliki julukan ‘Merc with a mouth‘.

Film yang Nyeleneh!

Secara keseluruhan film Deadpool sangat nyeleneh apabila dilihat dari sisi konten. Rating R (Restricted) / dewasa 17+ pantas untuknya karena memiliki lawakan dewasa dengan adegan brutal bersimbah darah. Hal yang patut dipuji adalah bagaimana komedi cerdas tersampaikan dengan mengkritik universe X-Men yang semakin sulit diikuti atau Liam Neeson adalah ayah yang buruk pada Trilogi Taken. Untuk orang-orang yang memiki referensi film sedikit mungkin tidak mungkin sulit menemukan letak komedi dalam film ini selain adegan baku tembak nyeleneh tentunya.

Film serba nyeleneh ini tidak juga lepas dari kritik. Secara cerita ditemukan banyak kelemahan karena material yang ada hanya opening dari penciptaan karakter hero ini. Temponya sangat cepat hingga tidak terasa bahwa durasinya memakan 108 menit. Semua tertupi akibat komedi yang disampaikan oleh Miller. Film ini buat saya pribadi tidak menyisakan banyak bekas kecuali jokes segarnya.

Deadpool | 2016 | Durasi: 108 menit | Sutradara: Tim Miller | Produksi: 20th Century Fox | Negara: USA | Pemeran: Ryan Reynolds, Morena Baccarin, T.J Miller, Ed Skrein, Karan Soni

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s