Kompilasi Serial : Pilah Pilih Jangan Asal Milih (BAGIAN 1)

Logo Kompilasi-02

[2016 / Resensi Babi Serial] - Sepak terjak kehadiran serial atau tv show seringkali muram dan fluaktif, terkadang bisa mencenangkan maupun mengharubiru tetapi tidak banyak juga yang terkesan memble serta ditarik ulur demi keuntungan semata atas nama rating juga. Tetapi beruntunglah, masih ada beragam serial yang terpuji dengan memberikan akhir kisah santun. Memulai dan mengakhiri dengan mulia. (SPOILER ALERT!!)

Sebagai salah satu penyuka serial dengan kategori siaga satu rasanya kurang afdol kalau saya belum menuliskan tontonan yang telah membuat saya mampu menyelesaikannya hingga habis dan tuntas. Tetapi tidak banyak juga serial yang akhirnya membuat saya malas untuk tonton lagi dikarenakan talik ulur waktu yang lama dengan konflik berbelit-belit tiada usai juga.

Sebut saja Supernatural yang tempo dulu dikabarkan berakhir di musim ke lima namun nyatanya berlanjut hingga saat ini menginjak musim ke sebelas. Atau ada lagi The Vampire Diaries dengan pola cerita itu-itu saja diulang terus menerus namun masih bertahan hingga musim ke tujuh walau telah kehilangan tokoh utamanya. Masih banyak segudang referensi serial lain yang bisa saya utarakan dengan jalan cerita mengecewakan tetapi tidak semua tipikal serial berakhir seperti itu. Masih ada yang memutuskan untuk diakhiri dengan cemerlang walau kadang ada juga yang disebabkan oleh turun rating juga.

Dalam tulisan ini, saya berusaha memaparkan bagaimana isi konteks cerita hingga penyelesaiannya. Oleh karena itu, bagi mereka yang hendak menonton bisa memutuskan untuk segera menutup layar komputernya atau tetap membaca tulisan saya ini. Pemilihan atas serial ini memang sangat implusif dari penulis tetapi masih menempatkan beberapa kunci penting mengapa dia layak untuk di tonton hingga musim terakhirnya.

Dunia Paralel dan Manusia Masa Depan dalam Fringe

Kalau kalian masih belum mengenal Fringe maka ada baiknya pertama kali kita berkenalan dengan sang kreatornya, yaitu J.J Abrams, Alex Kurtzman, dan Robert Orci. Salah satu pionirnya sendiri adalah sutradara yang kerap kali membuat film bertemakan fiksi ilmiah, sebut saja Star Trak, Super 8, dan Star Wars VIII: The Force Awakens atau serial lain yang juga ikut campur tangannya Lost dan Almost Human. Beragam judul yang disebutkan itu lekat dengan segala aktifitas fiksi ilmiah, dari perang antar galaksi, aneka alien hingga dunia futuristik. Fantasi merupakan label tepat untuk J.J Abrams dengan kisah penuh imajinya — standarnya jelas make it believe kepada para penonton berbeda dengan Christopher Nolan yang lebih berani dengan menawarkan konsep-konsep ilmiah yang belum teruji namun mungkin saja ada. Melalui Inception dia menawarkan dunia mimpi dan bagaimana cara kita merekayasanya atau Interstellar yang membuat pusing kepala dengan konsep kontinum waktu dan dunia ke limanya. Lebih dari pada itu, J.J Abrams sebenarnya adalah salah satu pembuat film yang menarik untuk di kaji apalagi melalui serial Fringe karena dari semua karyanya saya merasa ini adalah salah satu film fiksi ilmiah miliknya yang mendekati ‘ilmiah’. Ilmiah dalam taraf maksud bisa saja terjadi secara teori walau kenyataannya belum terujikan secara pasti.

Fringe - Walter Bishop, Peter Bishop, dan Olivia Dunham.

Fringe (2008-2013) – Walter Bishop, Peter Bishop, dan Olivia Dunham.

Bercerita mengenai Olivia Dunham, agen Federal Bureau Investigation (FBI) yang terpaksa meminta bantuan seorang ilmuan gila, Walter Bishop untuk menyelamatkan patnernya John Scott akibat terkena ledakan bahan kimia berbahaya. Agar dapat membebaskan Walter dari rumah sakit gila ia meminta bantuan kepada Peter Bishop untuk menjadi wali selama ayahnya berada di luar sel. Maka dibantu dengan Astrid Farnsworth akhirnya mereka berempat terbawa pada petualangan  membongkar beragam kasus aneh yang kelak disebut fringe event.

Gagasan utama dalam serial ini adalah konsep dunia paralel yang sama sekali tidak terlacak di musim pertamanya. Dikisahkan Peter ternyata adalah manusia dari semesta lain akibat kecerobohan Walter yang hendak menyembuhkannya. Rasanya akan sangat berbelit untuk kalian yang tidak mengetahui mengenai konsep paralell universe.

Sederhanyanya, dunia paralel adalah ide multiverse, dunia yang berjalan sejajar dengan dunia realita. Artinya, ada satu atau lebih kehidupan lain yang juga berjalan secara bersamaan dalam dunia paralel. Walter mencotohkannya dengan kejadian Deja’vu — fenomena dimana kita secara sadar melihat apa yang kita belum lakukan atau tempat berbeda, apa yang kita lihat sebenarnya tidak lain merupakan diri kita yang lain di dunia berbeda. Hal ini disampaikan pula oleh Dr Michio Kaku bahwa ada kemungkinan deja’vu disebabkan oleh kemampuan seseorang untuk menyelip diantara dua alam semesta yang berbeda.

Konflik terjadi ketika Walter mampu membuka jembatan yang membatasi antara masing-masing dunia. Akibat kecerobohannya itu dia membuat sebuah lubang hitam yang perlahan menghisap habis dunia realitas lain tetapi dunia miliknya juga tidak dapat berdiri sendiri maka apabila satu realitas hancur realitas yang lain akan mengikutinya. Maka salah satu cara untuk mengatasinya adalah mengulang kembali (time reset) bukan berarti kembali ke masa lalu tetapi malah menghapus eksistensi Peter yang merupakan anomali di kedua realitas itu.

Sepanjang saya bercerita mudah-mudahan dapat terjelaskan letak keunikan dari serial satu ini. Penuturannya dijelaskan secara ilmiah maka wajar saja kalau kadang-kadang kita butuh bantuan mesin pencari dengan bermacam istilah rumit yang selalu disebut oleh Walter. Topik Super Soldier juga tidak ketinggalan serunya!, Walter ternyata menjadi paranoid karena kesalahan yang telah dialakukan. Dia khawatir akan terjadi perang besar antar dunia maka dia menyiapkan prajurit-prajurit berkemampuan khusus dengan bantuan serum buatannya. Korbannya adalah Olivia yang memiliki kekuatan telekinesis. Dia sedari kecil telah menjadi objek eksperimen dengan cara diinjeksi mimpi buruk agar meningkatkan sel otaknya lebih besar.

Kesalahan Walter ternyata berdampak kepada masa depan dengan dibuatnya satu manusia sempurna tanpa memiliki perasaan yang disebut sebagai The Observer. Mereka ini dapat kembali ke masa lalu dan masa depan dengan tujuan memantau aktivitas manusia serta mengawasi timeline waktu. Kisah pria botak ini akhirnya menjadi penutup serial ini.

Fringe memiliki jumlah lima musim penayangan dengan total seratus episode. ‘An Enemy of Fate‘ merupakan akhir perjalanan Olivia Dunham, dan kawan-kawan. Secara keseluruhan serial yang dimulai sejak tahun 2008 ini membawa kesan tersendiri buat saya selaku penyuka genre fiksi ilmiah. Tidak seperti kebanyakan serial sejenis lainnya, dia secara konsisten mampu menyuguhkan jalinan cerita yang tidak menjemukan. Episode pilotnya bahkan memiliki durasi 90 menit terbilang cukup lama dan itu bukan penggabungan dua episode. Masing-masing musim memiliki jumlah kisaran dua puluhan episode kecuali musim akhirnya yang dipersempit menjadi 13 saja.

The Newsroom yang penuh komedi, isu dan romansa

Siapa yang tidak mengenal Aaron Sorkin, lewat tangannya kita bertemu dengan The Social Network yang mengantarkannya kepada Oscar. Cerita berbelit-belit dipenuhi dengan dialog cerdas semacam itu sudah menjadi ciri khasnya itu pula yang berusaha dia bawa pada serial garapan terbarunya The Newsroom. Melalui serial ini dia kembali memperlihatkan kepawaiannya membawa satu kisah drama yang serius berbalut komedi segar pula. Gagasannya menceritakan tentang kehidupan para jurnalis di Atlantic Cable News (ACN) yang dipenuhi polemik politik dan beratnya hidup menjadi seorang jurnalis yang idealis.

The Newsroom (2012-2014) - Mckenzie Mchale, Will Mc Avoy, Don keefer, Neal Sampat, Sloan Sabbith, dan Jim Harper

The Newsroom (2012-2014) – Mckenzie Mchale, Will Mc Avoy, Don keefer, Neal Sampat, Sloan Sabbith, dan Jim Harper

Bercerita mengenai Will McAvoy, seorang new anchor (pembawa berita) di stasiun televisi ACN yang telah kehilangan masa keyajaannya akibatnya ia merasa bahwa para penonton di rumah (rating dan viewer) adalah penentu hidup matinya. Berita yang dibawakan olehnya itu-itu saja, jauh dari kritisme dan pakem jurnalistik. Oleh karena itu, Charlie Skinner meminta bantuan kepada MacKenzie McHale untuk menjadi executive producer dan mengelola ACN bersama Will untuk menjadi lebih baik lagi. Permasalahannya, Mac merupakan mantan tunangan Will dan mereka berpisah karena Mac berselingkuh. Ruang berita pun menjadi serba kacau karena masalah sepele itu.

Kisah drama ini bukan semacam Scrubs, Grey Anatomy’s atau The Office yang menjadikan tempat kerja sebagai lakon bercerita namun kehilangan esensi ‘pekerjaannya’. Sorkin tahu betul apa yang hendak ia lakukan dengan menjadikan The Newsroom sebagai pusat perhatiannya. Isu jurnalis dibawa mentah-mentah pada setiap babak kisahnhya.

Setiap episode sangat kuat, misalnya ‘5/1’ mengkisahkan Skinner yang menerima informasi misterius bahwa Presiden United States of America, Barrack Obama akan memberitakan informasi penting secara nasional. Para jurnalis pun bersigap mencari semua informasi yang mereka punya dan berada di antara dilema menyiarkan berita tersebut atau tidak. Judul episode itu sendiri merujuk kepada berita penembakan Osama Bin Laden, teroris nomor satu dunia oleh pasukan elit Navy SEAL Amerika Serikat di wilayah pedalaman Pakistan, Abbottabad, 1 Mei 2011.

Berita mengenai Operasi Genoa yang dicetuskan oleh Jerry Dantana adalah akar muasal masalah yang akan dihadapi oleh MacKenzie, dan kawan-kawan. Selaku producer Jerry yang mengantikan Jim telah menyalahi kode etik jurnalistik dengan mengedit wawancaranya bersama General Stanislaus Stomtonovich yang mengakui bahwa Militer US telah menggunakan senjata kimia, ‘Sarin’ dalam penyerangan di Pakiskan padahal kenyataannya tidak. Potongan gambar yang hilang tersebut akhirnya disadari oleh Mac namun berita terlanjut telah disiarkan secara nasional.

Kisah di musim kedua ini sepertinya terinspirasi dari apa yang dialami oleh CNN dan Time Magazine yang memberitakan mengenai Operasi Tailwind pada tahun 1998. Operasi itu sendiri adalah serangan rahasia militer U.S ke Asia Tenggara, Laos selama masa perang Vietnam antara 11 – 13 September 1970. 30 tahun kemudian, Peter Arneet melaporkan melalui majalah CNN bahwa operasi tersebut menggunakan gas sarin kepada publik. Kontroversi besar yang berjudul ‘Valley of Death’ ini menyebabkan April Oliver dan Jack Smith, produser berita kala itu dipecat secara langsung, Pam Bukit selaku senior produser mengundurkan diri akibat disinyalir memuat informasi palsu. Tidak sampai itu saja, Pentagon akhirnya turun tangan untuk mengusut berita besar ini. Simpang siur kebenaran kasus ini masih dipertanyakan hingga saat ini.

Kontroversial besar itulah yang menyebabkan The Newsroom tutup usia begitu dini. Musim ketiganya adalah akhir dari perjalanan para jurnalis ACN. Kisahnya berfokus dengan bagaimana mempertahankan eksistensi ACN juga untuk kembali dipercayai oleh publik. Komersialisme dan  konglomerasi menjadi isu paling sentral yang harus dihadapi oleh Skinner, dan kawan-kawan. Total enam episode adalah penutupan paling fantastis. Semuanya serba berakhir ‘bahagia’ dengan versinya masing-masing. Sorkin memang pandai betul membuat fans serial ini tidak kecewa.

The Newsroom terbilang memiliki jumlah episode sangat sedikit hanya berjumlah total 25 episode secara keseluruhan. Sebagai sebuah mini series dia sangat piawai memainkan struktur ceritanya dari musim pertama hingga ketiga.

Dengan beberapa pertimbangan tulisan ini akan dipecah menjadi beberapa bagian dan akan terus berlanjut selama beberapa periode ke depan. Tulisan ini adalah bagian dari seri tulisan tentang Kompilasi Serial Si Babi yang berfokus kepada resensi serial-serial yang telah mengakhiri musim tayangnya dan dianggap santun dalam mmenyelesaikan polemiknya.
Advertisements

4 thoughts on “Kompilasi Serial : Pilah Pilih Jangan Asal Milih (BAGIAN 1)

  1. KUH!!! GUE BARU BACA BLOG LO!!
    Sumpah baru tau kalau lo nulis, dan bagus ._.

    Kalau gitu blog lo gue nominasikan di The Liebster Awards 2016 yes
    Cek aturan mainnya (yang kayanya lo pasti tau, tapi di klik aja biar nambah hits di gue) di http://freakingflicking.blogspot.co.id/2016/04/the-liebster-award-2016.html

    Santai, ngomongin yang fun ya dibuat fun aja
    Silakan dibalas dan akan lebih baik lagi kalau dilanjutkan ke temen-temen blogger lainnya.
    Thank you!

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s