THE LIEBSTER AWARD 2016

LiebsterAward

I would like to thank Tamtomo Priyo Adi of The Freaking Flicking for nominating ‘The Liebster Award’. He also gave me a great opportunity to discover more new blogs and bloggers and happily spread the word. Btw, He’s one of my friends in college who also likes books and movies too. He is so smart in many ways!. Continue reading

Advertisements

Bapak Menteri yang Kerjanya Ngeblokir Mulu

[2016 / Babi Mikir] - Kembali lagi Kominfo cari sensasi dengan melakukan pemblokiran media mikroblogging Tumblr karena disinyalir memuat konten negatif berupa pornografi padahal media tersebut memiliki beragam pengguna dengan latar belakang berbeda dari mancanegara. Berbagai kecaman akhirnya timbul di media massa dengan #BloggerMelawan karena dinilai keputusan bapak menteri terhormat tidaklah masuk akal.

Continue reading

SENSOR TIDAK JELAS HIDUP MATINYA NETFLIX DI INDONESIA

NETFLIX Layanan Berbasis Streaming Online

NETFLIX Layanan Berbasis Streaming Online

Sekitar beberapa hari lalu tersiar kabar bahwa Netflix, layanan streaming on-demand kini bisa diakses di Indonesia dan 130 negara lainnya. Netflix sendiri adalah salah satu penyewaan film dan serial televisi secara daring yang pertama dan terbesar dengan memiliki koleksi kurang lebih dari 65.000 judul film. Berpusat di Los Gatos, California mereka telah memiliki lebih dari 20 juta pelanggan bahkan pada 2010 silam mereka meraih 4 juta pelanggan baru. Continue reading

ESSAI : RINGKASAN SEJARAH PERFILMAN DUNIA

Era sebelum tahun 1895

     Perkembangan awal mula film berkembang dimulai dengan adanya The Magic Lantern ditahun 1761 yang pada perkembangan selanjutnya The Magic Lantern tersebut digunakan untuk memvisualisasikan beberapa still image yang dibuat menjadi seperti cerita drama.

      Pada tahun 1876 Eadweard Muybridge (1830-1904) membuat 16 frame gambar kuda yang sedang berlari dengan menggunakan Praxinoscope buatan Emilie Reynold (1844-1918) dan menjadikan gambar bergerak tersebut sebagai gambar bergerak pertama di dunia. Pada perkembangan selanjutnya ditahun 1888 ketika Muybridge bertemu dengan Etienne Marrey (1830-1904) di Eropa, Marrey menyampaikan kepada Muybridge tentang masalah dia terkait tentang gambar pergerakan burung yang diambilnya terhambat akibat pergerakan burung yang terlalu cepat sehingga pergerakan gambar mengalami perloncatan antar gambar satu dengan gambar lainnya. Pada tahun itu pula terdapat kemunculan roll film yang dipasarkan oleh perusahaan The Eastman Kodak yang ternyata memungkinkan Marrey untuk mengambil gambar berkesinambungan dalam waktu yang panjang secara berurutan dan disesuaikan dengan lajur film. Ditengah-tengah itu Thomas A. Edison membeli gambar milik Muybridge dan menunjukkannya kepada assitennya, William K.L.Dickson. Continue reading

ESSAI : PEMAHAMAN FILM SEBAGAI BENTUK KOMUNIKASI MASSA

I. Film dan Komunikasi Massa

     Definisi komunikasi massa yang paling sederhana dikemukakan oleh Bittner dalam Rakhmat (2003 : 188), yakni: mass communication is messages communicated through a mass medium to a large number of people.  Dari definisi tersebut dapat kita tinjau bahwa komunikasi massa haruslah menggunakan media massa. Jadi, sekalipun komunikasi itu disampaikan kepada khalayak yang banyak tetapi tidak menggunakan media massa, maka itu bukan komunikasi massa. Media komunikasi yang termasuk dalam media massa adalah: radio siaran dan televisi — keduanya dikenal sebagai media elektronik; surat kabar dan majalah — keduanya dikenal sebagai media cetak; serta media film. Film sebagai media komunikasi massa adalah film bioskop (Ardianto; Komala; dan Karlinah, 2009 : 3). Continue reading

ESSAI : PEMAPARAN SINGKAT TENTANG FILM DAN MUATANNYA

     Bila berbicara tentang film maka mau tidak mau kita akan berbicara tentang fotografi karena pada perkembangannya film berasal dari kumpulan gambar bergerak. Pada tahun 1895, Robert Paul dari Inggris mendemonstrasikan kepada masyarakat di London mengenai kebolehan proyektor film yang membuat serangkaian gambar statis (still photos) disorot ke layar dan serta merta menjadi gambar hidup (moving images)  diikuti pula oleh Alpha Thomas Edison di Atlanta AS yang memamerkan gambar hidup (vita-scope) tentang kenaifan dan kekonyolan tingkah laku seseorang kepada pengunjung Pameran Kapas sementara itu Lumiere bersaudara mengadakan pertunjukan gambar hidup (cinematographe) dan membawanya keliling ke Londong pada Mei 1896. Itulah sejarah singkat awal mula film ada hingga saat ini (Tjasmadi, 2008). Continue reading