Kompilasi Serial : Pilah Pilih Jangan Asal Milih (BAGIAN 1)

Logo Kompilasi-02

[2016 / Resensi Babi Serial] - Sepak terjak kehadiran serial atau tv show seringkali muram dan fluaktif, terkadang bisa mencenangkan maupun mengharubiru tetapi tidak banyak juga yang terkesan memble serta ditarik ulur demi keuntungan semata atas nama rating juga. Tetapi beruntunglah, masih ada beragam serial yang terpuji dengan memberikan akhir kisah santun. Memulai dan mengakhiri dengan mulia. (SPOILER ALERT!!)

Continue reading

Deadpool: Karakter Anti Hero yang Anti Mati Gaya

Deadpool (2016) - Ryan Reynolds (Wade Wilson)

Deadpool (2016) – Ryan Reynolds (Wade Wilson)

[2016 / Resensi Babi Film] - Deadpool bukan sekedar karakter anti hero yang suka sarkastik tetapi dia juga karakter hero yang gangguan jiwa bahkan panseksual!. Melalui anti-hero ini kita bisa belajar bagaimana di era postmodern konsep superhero bukan lagi-lagi mengenai ke-relaberkobanan tetapi lebih dari itu dia bisa memiliki banyak arti, bisa nyeleneh hingga brutal. Ryan Reynolds juga akhirnya membayar peran buruknya di Green Lantern.

Continue reading

SENSOR TIDAK JELAS HIDUP MATINYA NETFLIX DI INDONESIA

NETFLIX Layanan Berbasis Streaming Online

NETFLIX Layanan Berbasis Streaming Online

Sekitar beberapa hari lalu tersiar kabar bahwa Netflix, layanan streaming on-demand kini bisa diakses di Indonesia dan 130 negara lainnya. Netflix sendiri adalah salah satu penyewaan film dan serial televisi secara daring yang pertama dan terbesar dengan memiliki koleksi kurang lebih dari 65.000 judul film. Berpusat di Los Gatos, California mereka telah memiliki lebih dari 20 juta pelanggan bahkan pada 2010 silam mereka meraih 4 juta pelanggan baru. Continue reading

Humoria Menulis di Tahun 2015

Menulis buat saya adalah sebuah tragedi. Kenapa?, karena tidak pernah terpikirkan dalam benak saya kalau kegiatan semacam ini dapat menjadi sebuah aktivitas yang begitu menyenangkan walau terkadang menyebalkan.

Menulis di blog sudah saya mulai sejak mengenyam di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), dimana mulai bergerilya pada ranah blogspot hingga tumblr tetapi akhirnya jatuh cinta kepada wordpress. Awalnya isi tulisan-tulisan pada blog ini hanya bersifat impulsif, semata bentuk curhatan emosi pribadi terhadap hidup meliputi teman, percintaan hingga akademis. Tetapi lambat laun semua berubah dari hobi saya menonton film menjadi menulis resensi film.

Continue reading

Master of None: Satir Rasisme Asia di Amerika

Master of None

Dari kiri: Dev (Azis Ansari), Rachel (Noel Wells), Denise (Leina Waithe), dan Arnold (Eric Wareheim)

Pasca berakhirnya Friends dan How I Met Your Mother tampaknya hingga kini belum ada lagi serial televisi yang benar-benar mampu membuat cerita yang manis dan menyegarkan walaupun belakangan banyak serial televisi dengan genre drama komedi yang mengangkat kisah kehidupan modern masa kini namun rasanya memang belum ada yang pantas menjadi penerus dua serial legendaris tersebut. Setidaknya Master of None yang merupakan serial terbaru dari Netflix mungkin dapat menjadi penyegar baru bagi mereka yang rindu akan cerita tentang persahabatan berbalut percintaan romantis tetapi juga dipenuhi akan berbagai isu.

Continue reading

Victoria: Perampokan bank dan 134 menit pelarian tanpa lelah

VICTORIA (2015)

VICTORIA (2015)

Baru setahun lalu kita dihadirkan dengan karakter Riggan Thomson (diperankan oleh Michael Keaton), seorang aktor panggung Broadway yang berusaha menghidupkan popularitasnya pada film Birdman or (The Unexpected Virtue of Ignorance) disutradarai oleh Alejandro González Iñárritu. Film tersebut mampu membuat decak kagum saya sebagai penonton dengan gaya sinematografi tidak biasa, yaitu film yang hampir menyerupai adegan tanpa cut sama sekai dengan genre magical realism. Tata sinematografinya sendiri diarahkan oleh Emmanuel Lubezki (sebelumnya terlibat dalam proyek Gravity). Tetapi apa jadinya bila kali ini ada benar-benar ada film yang dibuat dengan proses pengambilan gambar tanpa cut sama sekali? Continue reading