Surat dari Praha : Cerita Cinta Pahlawan Terasingkan

Surat dari Praha - Julie Estelle (Larasati)

Surat dari Praha – Julie Estelle (Larasati)

[2016/ Resensi Babi Film] - Angga Dwimas Sasongko sekali lagi membuktikan bahwa dirinya bukan hanya sekedar aktor saja namun juga sutradara yang mampu bertutur indah dan cerdas. Surat dari Praha merupakan film yang mampu membakar semangat nasionalisme Indonesia melalui semangat jiwa para pemuda yang terasingkan akibat ideologinya. Cerita sederhana penuh paradoks akan sejarah masa orde lama.

Continue reading

A Copy of My Mind: Nikmatnya Sekeping DVD Bajakan

A Copy of My Mind - Tara Basro (Sari) dan Chicco Jerikho (Alek)

A Copy of My Mind – Tara Basro (Sari) dan Chicco Jerikho (Alek)

[2016/ Resensi Babi Film] - Joko Anwar memang pandai bermain-main tidak hanya dari sisi cerita namun teknis pula setelah sebelumnya bermain cantik melalui Modus Anomali kini dengan lebih berani ia membawa gaya sederhana dan natural bersama Ical Tanjung, A Copy of My Mind  menjadi film paling minimalis dan tidak mengada-ada selama rekam jejak karirnya.

Continue reading

SUPERNOVA: Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh

Tahun 200 silam sebuah buku menjadi buah bibir membicarakan tentang sebuah novel laris yang banyak membuat remaja dan penulis berdecak terkagum-kagum sehingga begitu fenomenal dan bahkan membuat banyak fans jatuh cinta terhadap buku serial yang masih berkelanjutan hingga saat ini.

SUPERNOVA: Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh - www.kgiaji.wordpress.com

SUPERNOVA: Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh – http://www.kgiaji.wordpress.com

Supernova: Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh adalah buku yang tengah dibicarakan saat itu. Menceritakan gabungan konstruksi antara roman, sastra dan sains begitu memabukkan hingga daya hayal masing-masing pembaca akan sering menderu. Begitu banyak pertanyaan bahkan terlalu banyak untuk menunggu akhir dari kisah Supernova ini bahkan hingga memasuki awal tahun 2015 buku ini baru menyelesaikan buku ke limanya.

Pada akhirnya, gebrakan besar pun terjadi buku fenomenal tersebut akan diadaptasi menjadi sebuah film panjang. Dewi Lestari selaku penulis yang bukunya telah di filmkan (Perahu Kertas, Rectoverso, Madre) akhirnya mengizinkan Sunil Soraya Production (5 cm) untuk memproduksi kisah klasik hubungan manusia dan sains ini ke layar lebar pada tahun 2014. Continue reading

REVIEW “THE HUNGER GAMES : MOCKING JAY – PART1” (2014)

     Spoiler Alert

President Snow ( Donald Sutherland)

President Snow ( Donald Sutherland)

Katniss Everdeen (Jennifer Lawrance) terbangun di sebuah rumah sakit ditemani oleh Primrose Everdeen (Willow Shields). Katniss yang telah mengakhiri masa quartal The Hunger Games menyadari bahwa dirinya telah kehilangan Peeta Mellark (Josh Hutcherson) dan tengah berada di Distrik 13 yang seharusnya telah lenyap akibat membangkang kepada Capitol. President Alma Coin (Julianne Moore) sebagai pemimpin Distrik 13 dijanjikan oleh Plutarch Heavensbee (Phillip Seymour Hoffman) bahwa Katniss akan membantu mereka untuk menjadi tokoh propaganda “Mocking Jay” sebagai wujud kaum resisten yang menolak Capitol serta Presiden Snow (Donald Sutherland). Katniss yang pertama kali enggan membantu setelah melihat apa yang terjadi pada Distrik 12 merasa bahwa tindakan Capitol telah melebihi batas dan bersumpah akan menjatuhkan mereka semua tetapi bukan Katniss apabila tidak mengambil kesempatan kepada President Alma Coin, dia meminta agar Peeta dihapuskan kejahatannya dan diselamatkan barulah dia akan membantuk Distrik 13 untuk menjadi “Mocking Jay”. Continue reading

REVIEW “MARMUT MERAH JAMBU” (2014)

JATUH CINTA DIAM-DIAM

 

Apasih rasanya jatuh cinta?…”Memikirkan seseorang setiap saat, gelisah disaat didekatnya, jantung berdetak tidak karuan menantinya, semacam batin tidak tenang ataupun gelisah atas hormon-hormon yang membentuk rasa itu: rasa cinta”. Semacam tidak ada kata rasional ketika mengalaminya: rasa sedih, marah, rindu, kecewa menjadi satu pelampiasan didalam seorang tokoh laki-laki bernama Dika atau Raditya Dika (diperankan oleh Christoffer Nelwan) yang menginjak masa remaja SMA. Continue reading

REVIEW “THE RAID” (2012)

 

MUNGKIN masih ada beberapa orang yang asing mendengar nama Gareth Evans selaku sutradara The Raid yang sebelumnya sendiri telah membuat film serupa dengan tema silat berjudul Merantau. Namun tampaknya kemajuan dari sang sutradara melesat sangat luar biasa, tampak dari film The Raid atau sebelumnya dikenal sebagai Serbuan Maut.

Bercerita tentang satuan SWAT Indonesia yang berusaha melumpuhkan sebuah apartement yang dipimpin oleh Tama, para tim SWAT ini harus habis2an berusaha keluar dari apartement tersebut, hal tak terduga terjadi menyebabkan mereka semua habis melawan habis-habisan para anak buah dari Tama dengan Amunisi yang hampir habis dan para tim yang perlahan-lahan mulai berkurang mereka semua harus memutar otak bagaimana caranya keluar dari neraka tersebut.

Film yang menjadi kejutan di Toronto Festival ini banyak mendapatkan respon positif dari berbagai para kritikus perfilman dunia. Sangat menari dengan adegan silat yang bisa menghasilkan darah yang luar biasa, aksi berutal dengan amunisi dan senjata tajam yang luar biasa serta slow motion paling indah di akhir cerita tampaknya itu semua lah yang membuat film The Raid menjadi dipuja-puja oleh banyak orang dan penayangannya perdana hari ini juga menunjukkan ekspetasi masyarakat yang terbayar setelah menonton film ini.

dan untuk sekedar Waiting List, april nanti serbuan darah akan kembali menghajar indonesia lewat Modus Anomali film garapan dari Joko Anwar sang Masterpiece dari Pintu Terlarang.