REVIEW “BEDEVILLED” (2010) (‘original tittle’ Kim Bok-Nam Salinsageonui Jeonmal)

“I stared at the sun for a long time, and it spoke to me.”

Hae-won (diperankan oleh Seong Won-Ji) adalah seorang wanita yang telah berumur 30 tahun dan bekerja di Bank, Seoul. Dia merasakan sebuah kepenatan dengan kesibukan pekerjaannya hingga suatu ketika dia tanpa sengaja menjadi saksi atas kasus pembunuhan dan di waktu yang sama pekerjaannya semakin rumit ditangani olehnya sehingga diperintahkan untuk berlibur oleh atasannya. Hingga pada akhirnya dia pun memutuskan untuk untuk berlibur di pulau kecil bernama ‘Moodo’.

Hae-won memilik teman kanak-kanak di pulau tersebut bernama Kim Bok-nam (diperankan oleh Yeong-hi Seo) dimana Bok-nam selalu mengiriminya surat dan menelponnya setiap saat dan selalu ditolak oleh dirinya hingga akhirnya dipulau tersebut dipertemukan lah dia dengan Bok-nam tanpa sekalipun ia mengetahui apa yang telah terjadi oleh Bok-nam selama 15 tahun terakhir.

Hae-won. source: toutlecinecom

Hae-won. source: toutlecinecom

 

Kim Bok-Nam Salinsageonui Jeonmal atau yang memiliki judul internasional ‘BEDEVILLED’ adalah sebuah film bertemakan crime – thriller dengan memiliki durasi nyaris 120 menit. Film ini banyak sekali memperoleh pujian dan penghargaan dengan total mendapatkan 9 penghargaan dari 14 nominasi yang didapatkannya di berbagai festival film internasional, termasuk didalamnya memenangkan 3 penghargaan sekaligus di Puchon Internasional Fantastic Film Festival pada tahun 2010 (Best Actress, Best Puchon, dan Eterna Award).

Bedevilled memiki plot yang sangat memperdalam karakternya masing-masing dan berjalan dengan alur yang non linier dengan tidak terburu-buru atau bisa dibilang berjalan lambat namun kelambatannya dalam bercerita membuat grafik penonton menjadi semakin panas dan seakan-akan terbakar melihat berbagai kekejaman yang dilakukan oleh mertua Bok-nam serta suaminya yang kerap memukulinya dan bahkan berhubungan seksual dengan pelacur ketika ada Bok-nam.

Bok-nam yang memiliki seorang anak perempuan diakibatkan pemerkosaan yang dilakukan olehnya tak ayal berharap untuk mendapatkan yang terbaik bagi anak perempuan satu-satunya maka ketika dia mengetahui bahwa suaminya memperkosa anaknya ia berusaha melarikan diri dari pulau ‘Moodo’ menuju Seol dengan meminta bantuan Hae-won.

Suami Bok-nam. source: vcdq.com

Suami Bok-nam. source: vcdq.com

Hae-won seakan menutup mata dan tidak menerima alasan Bok-nam yang menurutnya tidak masuk akal. Bok-nam yang tidak kehabisan akal pun meminta bantuan pelacur yang ditiduri oleh suaminya dan merencanakan untuk melarikan diri namun sayang rencana tersebut digagalkan oleh suaminya dan Bok-nam pun dipukul habis-habisan dianiyaya dan diperlakukan seperti anjing. Bahkan lebih menyakitkannya lagi para penduduk dipulau tersebut melihat bagaimana mertua dan suaminya memperlakukan Bok-nam namun mereka seakan menutup mata dan kuping mereka.

Badevilled sama sekali seperti tidak menyisakan barang kebaikan sedikitpun didalam filmnya dia seakan-akan tega memperlihatkan bagaimana kejamnya manusia, dimulai dari Hae-won yang selalu menjadi saksi mata atas berbagai kejadian kriminal namun lebih memilih menutup mulut rapat-rapat untuk terhindar dari masalah, menonton film ini seperti seakan merasakan darah yang mendidih terlebih lagi bagaimana isu-isu yang disajikan dalam film ini serasa begitu kental terutama di Asia.

Bok-Nam "Nothing is more deadly than a woman seeking revenge." Source: imdb.com

Bok-Nam “Nothing is more deadly than a woman seeking revenge.” Source: imdb.com

Dibalik gelapnya film Badevilled dia seakan menonjok semua perempuan dan laki-laki di tempat hingga di ulu hati mereka yang paling dalam dimana wanita hanya dianggap sebagai pemuas laki-laki, tidak diperbolehkan sekolah, hingga sebuah pernyataan keras bahwa laki-laki diizinkan untuk memukul istrinya sampai mati sedangkan istrinya tidak diperbolehkan hanya harus menurut hingga ajal menjemput ditangan suaminya. Darah serasa mendidih sekali lagi melihat bait demi bait dialoq yang diutarakan oleh mertuanya dan suaminya hingga kepedihan terdalam Bok-nam.

Yang lebih mengerikannya lagi bagaimana ketidakberdayaan Bok-nam atas hidup yang telah dihadapinya selama 30 tahun di pulau ‘Moodo’ dengan lebih memilih diam tidak peduli berapa puluh kali dipukuli dan dihina bahkan masih tetap tegar dan senyum walaupun Hae-won telah menutup mata atas semua hal yang dilihatnya.

Tutur demi tutur divisualisasikan didalam film ini hingga kita lambat laun mulai memasuki kehidupan Bok-nam dan semakin pilu, mendidih dan seakan ingin mengambil aneka benda tajam untuk menghancurkan setiap orang yang telah menyakitinya. Demikian pula halnya dengan Bok-nam. Film ini langsung memutarbalikkan yang semula hampir lebih dari 60 menit berupa drama kekejaman langsung mendadak dipenuhi oleh darah yang mengalir ditangan Bok-nam. Satu persatu dibantai tanpa rasa, tanpa hati, tanpa sesal oleh dirinya.

 

Tidak ada yang spesial dari adegan pembunuhan yang dilakukan oleh Bok-nam tapi yang membuatnya begitu terkenang adalah bagaimana tatapan matanya yang kosong dan menyimpan pilu yang begitu dalam hingga tak terbendung. Sama sekali tenang dan tidak ada rasa takut sama sekali bahkan kita pun mungkin akan sangat merasa merinding melihat Bok-nam yang berubah 180 derajat.

 

WHY I SHOULD WATCH IT?

  • Buat kalian yang masih tidak mengerti tentang perempuan atau kesadaran akan gender dan hal-hal yang berbau feminis mungkin dengan menonton ini langsung mengerti betapa penting hal-hal tersebut.
  • Film ini serta merta juga akan disukai oleh penyuka thriller-horor dengan cerita yang menakjubkan walaupun tentunya tidak secerdas Oldboy (2003) ataupun Confession (2010) namun tetap menjadikannya film wajib tonton untuk bertema thriller, slasher, dan horor.
  • Film ini mempunya klimaks yang sangat luar biasa dan membuat kita terjerit terdiam dan termenung tak henti bahkan seakan-akan ikut menjadi psikopat sama halnya dengan Bok-nam. Ini adalah film depresi dengan tingkat stress tinggi dan disarankan untuk tidak disaksikan ketika sedang mengalami hal tersebut karena emosi anda akan lebih naik dan menggebu-gebu.
  • Ini salah satu film thriller terbaik dengan debut dari sutradara Chul-soo Jang.

 

Bok-nam (kiri) dan Hae-won (kanan). source: imdb.com

Bok-nam (kiri) dan Hae-won (kanan). source: imdb.com

 

 

08

Advertisements

2 thoughts on “REVIEW “BEDEVILLED” (2010) (‘original tittle’ Kim Bok-Nam Salinsageonui Jeonmal)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s